
Ilustrasi. (freepik)
JawaPos.com – Di era digital saat ini, akses ke konten dewasa semakin mudah. Hanya dengan beberapa klik, kita bisa menemukan berbagai video atau gambar yang mungkin awalnya hanya memicu rasa penasaran.
Namun, yang sering diabaikan adalah bagaimana kebiasaan ini bisa berkembang menjadi kecanduan dan memberikan dampak serius, terutama pada otak dan kesehatan seksual seseorang.
Dalam salah satu video dari kanal YouTube psikologi populer yakni Psych2go, dijelaskan bahwa banyak penelitian menunjukkan bahwa kecanduan materi dewasa dapat memengaruhi cara kerja otak, sistem penghargaan (reward system), hingga mengubah struktur otak layaknya kecanduan narkoba. Hal ini tentu perlu diperhatikan, karena otak yang terbiasa mendapatkan rangsangan instan dari tayangan dewasa akan mengalami perubahan signifikan dalam jangka panjang.
Ketika seseorang menonton konten dewasa, otak akan melepaskan dopamin, yaitu hormon yang memberikan rasa senang dan puas. Masalahnya, jika dilakukan terlalu sering, otak akan “belajar” untuk terus mencari dopamin dari materi dewasa. Kondisi ini mirip dengan efek kecanduan kokain atau narkoba lainnya, di mana otak membutuhkan rangsangan lebih banyak untuk mencapai kepuasan yang sama.
Selain itu, sebuah molekul bernama DeltaFosB (protein yang terakumulasi di otak sebagai respons terhadap paparan berbagai jenis zat adiktif dan perilaku kompulsif seperti penggunaan narkoba, alkohol, atau nikotin) juga terbentuk dalam otak akibat konsumsi tayangan dewasa berlebihan. Molekul ini bekerja layaknya “saklar” yang memperkuat kebiasaan, sehingga semakin sulit bagi seseorang untuk berhenti menonton konten tersebut.
Bukan hanya otak yang terdampak, tetapi juga kehidupan seksual. Banyak penelitian medis menemukan bahwa kecanduan materi dewasa berkaitan erat dengan disfungsi ereksi, penurunan hasrat seksual, hingga ketidakpuasan dalam hubungan intim yang nyata.
Sebuah penelitian pada pria berusia 20 hingga 40 tahun menunjukkan bahwa mereka yang terlalu sering mengonsumsi tayangan dewasa cenderung memiliki skor rendah dalam International Index of Erectile Function (IIEF). Indeks ini digunakan untuk mengukur kualitas ereksi, hasrat seksual, hingga kepuasan hubungan seksual. Hasilnya, mereka yang terbiasa mencari kepuasan dari konten digital dewasa justru mengalami kesulitan saat berhubungan dengan pasangan di kehidupan nyata.
Hal lain yang perlu disadari adalah bagaimana materi dewasa membentuk ilusi tentang seks. Seseorang bisa jadi lebih menikmati konten digital dibandingkan keintiman dengan pasangan.
Akibatnya, hubungan nyata terasa membosankan, bahkan dapat memicu ketidakpuasan dalam rumah tangga. Inilah yang membuat banyak pakar menekankan pentingnya edukasi dan kesadaran sejak dini tentang risiko adiksi konten dewasa.
Kesimpulannya, kecanduan materi dewasa bukanlah masalah sepele. Dampaknya bukan hanya sekadar membuat seseorang menghabiskan banyak waktu di depan layar, tetapi juga bisa mengubah struktur otak, memengaruhi kesehatan seksual, hingga merusak hubungan nyata dengan pasangan. Sama seperti kecanduan zat berbahaya lainnya, kecanduan konten dewasa bekerja secara diam-diam namun efeknya bisa menghancurkan kualitas hidup seseorang.
Jika merasa mulai kesulitan mengendalikan kebiasaan menonton tayangan dewasa, jangan ragu untuk mencari bantuan. Mengurangi paparan, mencari kegiatan pengganti yang positif, serta berkonsultasi dengan profesional bisa menjadi langkah awal yang tepat. Ingatlah bahwa kebahagiaan sejati dan kepuasan seksual hanya bisa ditemukan melalui hubungan nyata, bukan sekadar ilusi dari layar. (*)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
