
Faktor Penyebab Acrophobia dan Cara Mengatasinya. /Sumber foto: Health Shots
JawaPos.com – Melihat ke bawah dari ketinggian, mungkin terasa menakutkan bagi sebagian besar orang, hal ini juga berpengaruh pada orang yang fobia ketinggian.
Ketakutan ini dikenal sebagai acrophobia, yaitu ketika seseorang mengalami rasa cemas yang hebat ketika berada di ketinggian, bahkan meski terlihat rendah.
Penderita acrophobia juga mengalami gejala fisik seperti pusing bahkan serangan panik, sama seperti fobia lainnya, dan dapat bervariasi tingkat keparahannya pada setiap orang.
Dilansir dari Health Shots Sabtu (22/6), bagi sebagian orang, akrofobia dapat hilang dengan sendirinya, sebagian lainnya mungkin memerlukan terapi untuk mengontrol dan mengatasi gejalanya.
Apa penyebab akrofobia?
Penyebab akrofobia, seperti banyak fobia lainnya, memiliki banyak segi dan dapat bervariasi dari satu orang ke orang lain.
Meskipun penyebab pasti akrofobia belum sepenuhnya dipahami, beberapa faktor mungkin berkontribusi terhadap perkembangannya, seperti dijelaskan oleh psikiater dan psikoterapis Dr Jyoti Kapoor.
Orang dengan riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan atau fobia spesifik mungkin lebih rentan terkena akrofobia, demikian temuan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Neurology.
Biasanya hal ini melibatkan ketinggian, seperti jatuh, kecelakaan, atau menyaksikan orang lain mengalami peristiwa traumatis terkait ketinggian, dapat berkontribusi pada berkembangnya akrofobia.
Pengalaman-pengalaman ini dapat menimbulkan kesan mendalam dan memicu rasa takut yang hebat ketika dihadapkan pada situasi serupa di masa depan.
Hal ini meliputi keyakinan yang tidak rasional atau pemikiran yang membawa bencana, juga dapat menyebabkan berkembangnya rasa takut terhadap akrofobia.
Cara mengatasinya yaitu pelajari tentang aspek fisiologis dan psikologis dari rasa takut, serta kesalahpahaman umum tentang kondisi tersebut.
Mulailah dari mengetes ketinggian yang tidak terlalu menakutkan, seperti berdiri di tangga kecil atau melihat keluar dari balkon rendah.
Gantikan keyakinan irasional dengan pemikiran yang lebih realistis dan seimbang, misalnya, daripada memikirkan tentang jatuh, fokuslah pada bukti yang mendukung keselamatan Anda saat ini.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
