Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 April 2024 | 19.29 WIB

Penelitian di Masssachussetts General Hospital Menunjukkan Akurasi Trauma Perempuan Pasca Melahirkan, Begini Penjelasannya

Ilustrasi trauma akan tidur, merupakan salah satu gejala nightmare disorder./sumber : freepik - Image

Ilustrasi trauma akan tidur, merupakan salah satu gejala nightmare disorder./sumber : freepik

JawaPos.com – Salah satu kondisi trauma bisa muncul karena kejadian yang menimbulkan rasa sakit secara fisik, misalnya kecelakaan, pukulan, bahkan persalinan.

Hal tersebut diangkat menjadi sebuah penelitian di Massachusetts, Amerika untuk menggunakan AI dalam mendeteksi trauma.

Melansir sciencedaily, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AI bisa mendeteksi gangguan stres pasca trauma, berdasarkan cerita narasi perempuan yang baru saja melahirkan.

Penelitian ini dikembangkan di Massachussetts General Hospital (MGH) untuk menemukan gangguan mental pascatrauma (PTSD) pada perempuan yang baru saja melahirkan.

Dengan mengeksplorasi kemampuan dan kekurangan beberapa model dari OpenAI, termasuk ChatGPT, para peneliti mengidentifikasi versi yang menawarkan wawasan yang kaya tentang kesehatan mental ibu setelah persalinan yang traumatis.

Model ini dapat disesuaikan dengan perawatan kebidanan rutin dan berpotensi dimanfaatkan untuk menilai gangguan kesehatan mental lainnya. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam Scientific Reports.

Menurut peneliti, diperkirakan delapan juta perempuan di seluruh dunia mengalami persalinan yang traumatis atau sulit secara medis.

Kondisi tersebut kemudian memicu gangguan stres pascatrauma. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir persalinan telah diakui sebagai pemicu PTSD yang signifikan.

Gangguan PTSD, jika tidak ditangani, dapat mengganggu kesehatan ibu dan anak dan mengakibatkan biaya karena risiko sosial yang semakin membengkak.

Sharon Dekel, Phd, sang peneliti sekaligus direktur Program Penelitian PTSD di MGH mengatakan bahwa penanganan trauma ini membutuhkan evaluasi dokter yang ekstensif.

Ia menambahkan, sebelum kondisi trauma semakin parah, teknologi AI dapat digunakan untuk mendeteksi narasi yang dibuat sebagai identifikasi awal adanya gangguan PTSD.

Dekel juga menemukan bukti bahwa intervensi psikologis yang diberikan segera setelah persalinan yang traumatis dapat mengurangi gejala PTSD yang berhubungan dengan persalinan.

Cara Kerja Penelitian

Dalam penelitian ini, Dekel dan tim penelitinya menyelidiki efektivitas kecerdasan buatan dan strategi analisis machine learning (ML) untuk mendeteksi CB-PTSD.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore