
Ilustrasi trauma akan tidur, merupakan salah satu gejala nightmare disorder./sumber : freepik
JawaPos.com – Gangguan mimpi buruk atau nightmare disorder adalah mimpi yang kerap dipicu oleh perasaan negatif, seperti ketakutan, depresi, trauma dan gangguan lainnya.
Gangguan mimpi buruk sering disebut dengan istilah parasomnia, yaitu sejenis gangguan yang kerap terbayangkan saat hendak tidur, sudah terlelap atau saat terbangun dari tidur.
Dampak dari nightmare disorder yang terjadi secara berulang, dapat mempengaruhi masalah psikis pada seseorang.
Seperti, kantuk yang berlebihan di siang hari, mood berantakan, trauma untuk tidur, hingga upaya bunuh diri karena mimpi buruk yang terus menghantui pikirannya.
Mengutip dari Mayo Clinic, Jumat (17/11), ada beberapa perawatan yang harus dilakukan untuk seseorang yang terlalu sering mengalami gangguan mimpi buruk.
Diantaranya, perawatan medis, perawatan stres atau kecemasan, terapi hingga pengobatan.
Namun, faktor gaya hidup dan cara penerapan pengobatan di rumah bagi penderita nightmare disorder, juga merupakan dukungan yang penting untuk mengurangi gangguan mimpi buruk demi keberlangsungan hidup kedepannya, yaitu dengan cara:
Rutinitas waktu tidur yang konsisten merupakan hal penting untuk membuatnya tenang saat sebelum tidur, seperti membaca buku, mengerjakan teka-teki, atau berendam di air hangat. Meditasi atau latihan relaksasi tubuh juga dapat membantu tidur menjadi lelap dan tenang
Jika sewaktu-waktu mengalami mimpi buruk, bersikaplah tenang dan yakinkan bahwa itu semua hanyalah kejadian yang ada pada alam bawah sadar, tidak bersifat nyata dan tidak menyakiti. Sehingga, Anda tidak akan terus-menerus terpikirkan mimpi buruk itu sampai keesokan harinya.
Stres memang dipercaya dapat memberikan efek terbesar, ketika seseorang mengalami gangguan mimpi buruk saat tidur. Maka, saat mengalami stres atau kecemasan akan suatu masalah. Lakukan beberapa aktivitas pereda stres sederhana, seperti mengatur pernapasan atau merilekskan tubuh sebelum tidur.
Ketika akan tidur, mungkin Anda akan merasa tenang jika tidur dengan benda yang dapat memberikan rasa nyaman. Seperti boneka, guling, selimut, lilin aromaterapi atau benda lainnya yang dapat memberikan rasa damai ketika tidur.
Jika menyukai tidur dengan kondisi lampu yang tidak menyala. Alangkah baiknya, jika menambahkan sentuhan lampu tidur, agar tidak memberikan kondisi mencekam ketika terbangun saat mengalami mimpi buruk.
Cahaya yang diberikan lampu tidur dipercaya dapat memberikan rasa aman dan menenangkan ketika seseorang merasa cemas atau takut.
Penerapan gaya hidup diatas tidak hanya dilakukan untuk penderita nightmare disorder saja, tetapi bagi Anda yang sewaktu-waktu mengalami mimpi buruk, cobalah beberapa cara tersebut agar bayangan alam bawah sadar buruk itu tidak membekas di dalam pikiran Anda.
***

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
