Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 November 2023 | 22.11 WIB

Mengenal Nightmare Disorder, Gangguan Mimpi Buruk yang Dipicu oleh Stres dan Berdampak pada Bunuh Diri

Ilustrasi trauma akan tidur, merupakan salah satu gejala nightmare disorder./sumber : freepik - Image

Ilustrasi trauma akan tidur, merupakan salah satu gejala nightmare disorder./sumber : freepik

JawaPos.com – Gangguan mimpi buruk atau nightmare disorder adalah mimpi yang kerap dipicu oleh perasaan negatif, seperti ketakutan, depresi, trauma dan gangguan lainnya.

Gangguan mimpi buruk sering disebut dengan istilah parasomnia, yaitu sejenis gangguan yang kerap terbayangkan saat hendak tidur, sudah terlelap atau saat terbangun dari tidur.

Dampak dari nightmare disorder yang terjadi secara berulang, dapat mempengaruhi masalah psikis pada seseorang.

Seperti, kantuk yang berlebihan di siang hari, mood berantakan, trauma untuk tidur, hingga upaya bunuh diri karena mimpi buruk yang terus menghantui pikirannya.

Mengutip dari Mayo Clinic, Jumat (17/11), ada beberapa perawatan yang harus dilakukan untuk seseorang yang terlalu sering mengalami gangguan mimpi buruk.

Diantaranya, perawatan medis, perawatan stres atau kecemasan, terapi hingga pengobatan.

Namun, faktor gaya hidup dan cara penerapan pengobatan di rumah bagi penderita nightmare disorder, juga merupakan dukungan yang penting untuk mengurangi gangguan mimpi buruk demi keberlangsungan hidup kedepannya, yaitu dengan cara:

  1. Menetapkan rutinitas yang teratur dan menenangkan sebelum tidur.

Rutinitas waktu tidur yang konsisten merupakan hal penting untuk membuatnya tenang saat sebelum tidur, seperti membaca buku, mengerjakan teka-teki, atau berendam di air hangat. Meditasi atau latihan relaksasi tubuh juga dapat membantu tidur menjadi lelap dan tenang

  1. Bersikap tenang

Jika sewaktu-waktu mengalami mimpi buruk, bersikaplah tenang dan yakinkan bahwa itu semua hanyalah kejadian yang ada pada alam bawah sadar, tidak bersifat nyata dan tidak menyakiti. Sehingga, Anda tidak akan terus-menerus terpikirkan mimpi buruk itu sampai keesokan harinya.

  1.   Redakan stres sebelum tidur.

Stres memang dipercaya dapat memberikan efek terbesar, ketika seseorang mengalami gangguan mimpi buruk saat tidur. Maka, saat mengalami stres atau kecemasan akan suatu masalah. Lakukan beberapa aktivitas pereda stres sederhana, seperti mengatur pernapasan atau merilekskan tubuh sebelum tidur.

  1.     Berikan kenyamanan.

Ketika akan tidur, mungkin Anda akan merasa tenang jika tidur dengan benda yang dapat memberikan rasa nyaman. Seperti boneka, guling, selimut, lilin aromaterapi atau benda lainnya yang dapat memberikan rasa damai ketika tidur.

  1. Gunakan lampu tidur.

Jika menyukai tidur dengan kondisi lampu yang tidak menyala. Alangkah baiknya, jika menambahkan sentuhan lampu tidur, agar tidak memberikan kondisi mencekam ketika terbangun saat mengalami mimpi buruk.

Cahaya yang diberikan lampu tidur dipercaya dapat memberikan rasa aman dan menenangkan ketika seseorang merasa cemas atau takut.

Penerapan gaya hidup diatas tidak hanya dilakukan untuk penderita nightmare disorder saja, tetapi bagi Anda yang sewaktu-waktu mengalami mimpi buruk, cobalah beberapa cara tersebut agar bayangan alam bawah sadar buruk itu tidak membekas di dalam pikiran Anda.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore