
Sejumlah pengunjung pameran alat kesehatan di JCC mencoba mengkur kelenturan pembuluh darah dengan alkes NIVA yang diproduksi massal PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk.
JawaPos.com - Alat Kesehatan Dalam Negeri (AKD) NIVA (Non-Invasive Vascular Analyzer) yang dikembangkan guru besar Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, Prof. Dr. Ir. Tati Latifah Erawati Rajab Mengko dan Tim investory ITB meraih penghargaan negara atas karya anak bangsa yang berkearifan lokal.
Penghargaan diberikan pemerintah untuk kategori penelitian yang telah berhasil melakukan komersialisasi dan realisasi nyata terhadap riset hasil gagasan dan kerja keras para Tim Inventor di ITB.
Wapres K.H. Ma'ruf Amin didampingi Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan penghargaan kepada para anak bangsa berprestasi yang telah berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional melalui hasil penemuan dan kerja keras yang dilakukan.
Alkes NIVA yang telah dikembangkan sejak 11 tahun lalu saat ini diproduksi massal PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk kini mulai dipasarkan ke sejumlah klinik dan rumah sakit di seluruh Indonesia untuk membantu penanganan penyakit jantung dan pembunuh darah.
"Kelebihan dari NIVA adalah bisa mengukur pembuluh darah tanpa penusukan (non invasi)," ujar Prof. Dr. Ir. Tati disela Pameran Inovasi dan Teknologi Kesehatan dalam Transformasi Kesehatan di Jakarta Convention Center (JCC) Assembly Hall.
Menurutnya, alkes NIVA dikembangkan untuk melihat kelenturan pembuluh darah yang dampaknya bisa menyebabkan timbulnya beberapa penyakit seperti stroke. "Kalau kita dapat informasi lebih awal, kita bisa deteksi dini sehingga bisa mengantisipasi penyakit yang bisa ditimbulkan," katanya.
Prof. Dr. Ir. Tati Mengko adalah guru besar di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, akademisi dan periset yang sebelumnya juga pernah memperoleh penghargaan bergengsi dari Hitachi Award 2020 atas kontribusi serta perwujudan keilmuannya dalam ranah kardiovaskular.
Dalam pemberian penghargaan, Wapres Maruf Amin menekankan bahwa inovasi dan teknologi kesehatan akan mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern terhadap layanan kesehatan yang solutif, praktis, cepat, mudah, dan terjangkau.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa pameran dalam rangka HKN ini merupakan ajang pertukaran informasi, kegiatan edukasi dan promosi hasil terhadap karya anak bangsa bagi masyarakat dan para pemangku kepentingan dalam rangka menggerakkan masyarakat untuk hidup sehat (Germas).
Budi Gunadi menyatakan juga bahwa pameran HKN merupakan suatu bentuk apresiasi bagi para anak bangsa yang melakukan inovasi hasil riset dan hilirisasi sediaan farmasi, alat kesehatan maupun teknologi kesehatan dalam negeri.
Pameran ini menghadirkan 35 produsen (manufaktur) alat kesehatan Indonesia, dimana PT SCNP Tbk hadir dan membuka booth yang menyediakan jasa screening bagi para hadirin dan audiens pameran. Selain itu, hadir juga ratusan pelaku industri kategori farmasi dan herbal lainnya yang turut meramaikan pameran dalam rangka HKN ini.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
