
Dalam momentum Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day (WKD) pentingnya mengingatkan sangat krusialnya fungsi ginjal bagi tubuh.
JawaPos.com - Setiap orang memiliki organ ginjal sepasang di kanan dan kiri. Karena letaknya dekat pinggang, maka ginjal sering disebut buah pinggang. Ginjal berukurannya mungil, yakni hanya sekepal tangan masing-masing orang. Biar mungil, ginjal berfungsi sangat hebat yakni menyaring darah dari segala racun.
Dalam momentum Hari Ginjal Sedunia atau World Kidney Day (WKD) pentingnya mengingatkan sangat krusialnya fungsi ginjal bagi tubuh. Kesadaran yang perlu ditingkatkan adalah tentang perilaku pencegahan, faktor risiko, dan upaya pengobatan yang dilakukan.
"Meski kecil tapi manfaatnya sangat besar bagi tubuh. Bekerjanya sama seperti jantung yaitu 24 jam. Dan meskipun kita tidur, ginjal tetap bekerja. Bayangkan jika ginjal sampai rusak atau gagal ginjal, apalagi banyak pasien datang dengan ginjal yang sudah terlanjur rusak," ungkap Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) dr. Aida Lydia, PhD., Sp.PD-KGH, dalam konferensi pers, Rabu (13/3).
Berdasarkan keterangan Infodatin, setiap hari kedua ginjal menyaring sekitar 120-150 liter darah dan menghasilkan sekitar 1-2 liter urin. Tiap ginjal tersusun dari sekitar satu juta unit penyaring yang disebut nefron. Nefron terdiri dari glomerulus dan tubulus. Glomerulus menyaring cairan dan limbah untuk dikeluarkan serta mencegah keluarnya sel darah dan molekul besar yang sebagian besar berupa protein.
Selanjutnya melewati tubulus untuk mengambil kembali mineral yang dibutuhkan tubuh dan membuang limbahnya. Ginjal juga menghasilkan enzim renin yang menjaga tekanan darah, hormon eritropoietin yang merangsang sumsum tulang memproduksi sel darah merah, serta menghasilkan vitamin D aktif yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang.
Gangguan pada ginjal dapat berupa penyakit ginjal kronik (PGK) dan gangguan ginjal akut (acute kidney injury). Penyakit ginjal kronik adalah kelainan dari struktur atau fungsi ginjal yang menetap lebih dari 3 bulan yang berpengaruh terhadap kesehatan.
"Saat ini diperkirakan sekitar 10 persen penduduk dunia menderita Penyakit Ginjal Kronis (PGK). Prevalensi PGK cenderung lebih tinggi di negara berkembang. PGK dapat berkembang menjadi suatu gagal ginjal tahap akhir jika tidak tertangani dengan baik, dan menyebabkan berbagai komplikasi bahkan kematian," tegasnya.
Untuk tahun ini, Kidney Health for Everyone Everywhere, diangkat sebagai tema Hari Ginjal Sedunia. Tujuannya untuk mendorong akses terjangkau dan adil terhadap pendidikan kesehatan, perawatan kesehatan serta pencegahan penyakit ginjal bagi semua orang.
Seruan untuk meningkatkan kesehatan ginjal bagi siapa saja juga dilakukan di Indonesia. kKali ini menitikberatkan pada pencegahan penyakit serta meningkatkan akses untuk layanan kesehatan ginjal.
Pencegahan penyakit ginjal memiliki arti penting untuk menekan jumlah penderita yang meningkat tiap tahunnya. Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan persentase penyakit ginjal kronis (PGK) masih tinggi yaitu sebesar 3,8 persen, dengan kenaikan sebesar 1,8 persen dari tahun 2013.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
