Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Desember 2018 | 23.37 WIB

Lewati 8 Tahapan, Kenali Proses Pembuahan Lewat Bayi Tabung

Ilustrasi ibu hamil - Image

Ilustrasi ibu hamil

JawaPos.com - Perempuan akan mengalami keterbatasan reproduksi seiring berjalannya usia. Tapi sayangnya, perempuan modern tak menyadari bahwa reproduksi harus dikejar sejak usia sebelum 30 tahun.


Banyak perempuan merasa mementingkan karir terlebih dulu. Alhasil, seringkali reproduksi sudah tak berfungsi dengan baik. Salah satu usaha yang dilakukan adalah program bayi tabung. 


Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dr. Yassin Yanuar Mohammad, SpOG(K), MSc, dalam presentasinya menjelaskan program bayi tabung merupakan salah satu cara untuk mendapatkan kehamilan pada pasangan yang mengalami gangguan kesuburan. Yakni dengan cara mempertemukan sperma dan sel telur diluar tubuh manusia. Setelah terjadi pembuahan, sejumlah 2-3 embrio akan ditanam kembali ke rahim si calon ibu.


"Hal ini membedakannya dengan konsep inseminasi di mana proses pertemuan antara sperma dan sel telur tetap terjadi di dalam tubuh manusia," katanya dalam konferensi pers bersama SMART-IVF bayi tabung pintar, Selasa (18/12).


Kini ada program bayi tabung pintar. Menurutnya, Smart IVF, tidak sederhana (not simple) prosesnya karena sama dengan program bayi tabung lainnya yang melewati 8 tahapan. Yakni melewati pemeriksaan USG, hormon, saluran telur dan sperma, penyuntikan obat untuk membesarkan sel telur, penyuntikan obat penekan hormon, pengambilan sel telur, pembuahan, pengembangan embrio, penanaman embrio serta tahap menunggu hasil.


Namun dengan konsep ini, biaya yang diperlukan lebih terjangkau. Dengan demikian kami berharap banyak pasutri yang menginginkan keturunan melalui program bayi tabung dapat terbantu.


“Dengan adanya laboratorium yang canggih dengan peralatan teknologi tinggi pada program bayi tabung pintar ini, maka memungkinkan dilakukannya prosedur pencarian sel telur, mempertemukan sel telur dengan sel sperma, penetasan sel telur, kultur embrio, sampai pembekuan embrio dsn lainnya," ujarnya.


Bagaimana keberhasilannya?


Angka keberhasilan bayi tabung pintar mencapai 30-40 persen. Jumlah itu sudah sama peluangnya dengan pasutri yang baru saja menikah atau pengantin baru.


"Pasangan pengantin baru itu sebanyak 30 persen ada peluang hamil pasca menikah sebulan pertama. Bayi tabung peluang berhasil 30-40 persen per cycle. Kok enggak 100 persen? Ya pengantin baru saja cuma 30 persen. Ini reproduksi manusia akan kembali seperti pengantin baru tanpa harus nikah lagi," katanya tertawa.


Salah satu cara mendapatkan kehamilan karena masalah gangguan kesuburan yang paling aman adalah bayi tabung. Caranya dengan mempertemukan sperma dan sel telur di luar tubuh manusia di bawah mikroskop berbentuk cawan.


"Setelah terjadi pembuahan, akan ditanam kembali di rahim ibu, kami akan lihat perkembangannya selama 4 pekan atau satu bulan untuk terjadi peluang kehamilan," tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore