Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Januari 2018 | 06.23 WIB

Unik, Deteksi Dini Kanker Paru Pakai Alat Ini

Kanker paru bisa dideteksi melalui alat ini - Image

Kanker paru bisa dideteksi melalui alat ini

JawaPos.com – Kanker paru adalah penyakit ganas yang sulit disembuhkan, sehingga kanker paru merupakan penyumbang angka mortalitas atau kematian yang tinggi. Untuk mendeteksi kanker paru secara dini, beberapa penelitian membuktikan bahwa embusan napas pasien kanker paru ternyata bisa menjadi modal dasar.


Atas dasar itulah, Doktor Biomedik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Achmad Hudoyo, menciptakan sebuah inovasi deteksi dini kanker paru dengan menggunakan balon karet. Dia mendapatkan inspirasi dari penelitian tentang kemampuan anjing dalam melacak keberadaan kanker paru di dalam tubuh seseorang.


“Anjing pelacak yang sudah terlatih dapat membedakan napas pasien yang menderita kanker paru dan yang tidak dengan tingkat keakuratan mencapai 93 persen. Ini mengindikasikan bahwa ada suatu zat tertentu yang hanya terdapat di napas para penderita kanker paru,” katanya di Gedung IMERI FKUI Salemba, Rabu (10/1).


Dia mengembangkan sebuah deteksi dini kanker dengan cara memerangkap embusan napas pasien terduga kanker paru ke dalam sebuah balon karet. Kemudian didinginkan dalam lemari es atau direndam dalam air es agar embusan napas di dalam balon karet mengalami proses pendinginan.


Tahap berikutnya, embusan napas tersebut disemprotkan ke kertas saring khusus untuk menyimpan DNA. Media kertas saring inilah yang akan dikirim ke laboratorium biomolekular untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait vonis kanker paru.


Metode ini juga memiliki keunggulan karena menggunakan alat yang sederhana dan murah, yaitu berupa balon karet yang sering dimainkan anak-anak yang dapat dengan mudah ditemukan di Indonesia. Tingkat keakuratan metode ini juga mencapai di atas 70 persen.


Achmad berharap, metode yang dia temukan ini dapat meningkatkan harapan hidup para penderita kanker paru dengan cara mendeteksi dini kanker paru sedini mungkin. Selain itu, dia juga ingin membantu para penderita pasien paru di daerah-daerah yang belum terjangkau pelayanan kesehatan.


"Karena dengan metode ini deteksi dini kanker paru dapat dilakukan melalui pengiriman pos karena tenaga kesehatan cukup mengirim sampel melalui kertas saring yang dimasukkan ke dalam amplop untuk kemudian dikirim ke laboratorium untuk penelitian lebih lanjut," tandasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore