
Ilustrasi orang yang makan saat stres.
JawaPos.com - Maraknya pengetahuan kesehatan mental membuat kita sering mendengar istilah-istilah baru, salah satunya adalah coping mechanism. Secara garis besar coping mechanism ini adalah cara seseorang mengalihkan perhatiannya ketika mengalami stres atau bahkan depresi.
Mengutip dari laman Glints pada Sabtu (29/03) coping mechanism ini terbagi menjadi dua, ada yang dilakukan cenderung secara aktif dan juga menghindari. Tentunya hal tersebut bisa dipengaruhi dari lingkungan sekitar.
Melansir dari laman Small Business Bonfire pada Kamis (29/03) inilah 8 coping mechanism yang sering dilakukan setiap orang tapi sebetulnya malah merusak kesehatan mental, di antaranya adalah :
1. Menyibukkan diri
Ketika keadaan menjadi sulit, kita melemparkan diri ke dalam pekerjaan atau hobi untuk membuat pikiran tetap sibuk. Masalahnya, meskipun tetap sibuk bisa terasa seperti gangguan yang baik, sering kali itu hanya cara untuk menghindari masalah nyata yang ada.
Alih-alih menghadapi perasaan dan mengatasinya, kita hanya mendorongnya ke samping dan berharap mereka akan hilang. Tapi kenyataannya, itu tidak hilang begitu saja karena kita mengabaikannya. Sebaliknya, mereka cenderung menumpuk dari waktu ke waktu, hingga menjadi lebih sulit untuk ditangani.
Meskipun tetap sibuk mungkin tampak seperti coping mechanism yang baik di permukaan, itu sebenarnya hanya solusi perban yang pada akhirnya dapat menyebabkan lebih banyak bahaya daripada kebaikan dalam jangka panjang.
2. Membotolkan emosi
Alih-alih mengatasi perasaan yang sebenarnya, mereka malah memutuskan untuk mengabaikannya. Sehingga perasaan kita mudah untuk gelisah dan emosi negatif itu ditumpahkan kepada orang lain yang sama sekali tidak bersalah.
3. Menggunakan makanan sebagai kenyamanan saat stres
Kita semua pernah mendengar tentang makanan yang menenangkan, seperti semangkuk besar es krim setelah putus cinta atau sepiring pasta favorit setelah seharian bekerja.
Menurut penelitian, makan secara emosional dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak sehat dan bahkan gangguan makan. Jangan lupakan bahwa rasa bersalah dan kebencian diri sendiri yang sering mengikuti saat-saat memanjakan diri itu.
Beralih ke makanan untuk kenyamanan mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi itu sebenarnya hanyalah cara lain untuk menghindari perasaan kita daripada menghadapinya.
Alih-alih menemukan penghiburan dalam sepotong kue ekstra itu, lebih sehat untuk menghadapi emosi kita secara langsung dan menemukan bentuk relaksasi dan perawatan diri lain yang tidak melibatkan penumpukan kalori.
4. Terlalu mengandalkan pemikiran positif

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
