Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Oktober 2024 | 01.41 WIB

Perlu Diperhatikan! Ini 7 Alarm Tubuh Kekurangan Nutrisi, Bisa Picu Masalah Kesehatan yang Serius

Ilustrasi seseorang yang kekurangan nutrisi (Andrea Piacquadio/pexels.com) - Image

Ilustrasi seseorang yang kekurangan nutrisi (Andrea Piacquadio/pexels.com)

JawaPos.com - Memastikan asupan nutrisi yang cukup bisa menjadi tantangan, terutama bagi orang dewasa yang lebih tua. Kamu mungkin tidak seaktif saat muda, sehingga membutuhkan lebih sedikit kalori.

Penelitian menunjukkan bahwa orang tua sering memerlukan lebih banyak nutrisi penting tertentu, seperti vitamin B dan kalsium.

Sayangnya, kekurangan gizi dan malnutrisi dapat berlangsung lama sebelum muncul tanda atau gejala fisik. Keadaan ini mempunyai beberapa indikator yang bisa diperhatikan.

Merangkum webmd.com, berikut beberapa alarm tubuh sedang kekurangan nutrisi yang bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

1. Kelelahan yang tidak diketahui penyebabnya

Kelelahan adalah efek samping umum dari kekurangan zat besi yang dapat menyebabkan anemia. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya kadar sel darah merah dan dapat juga muncul warna pucat yang tidak normal.

Kelelahan berlebihan juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, seperti penyakit jantung, depresi, atau masalah tiroid. Jika kamu merasa sangat lemah atau lelah, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Mereka mungkin akan meresepkan suplemen apabila kamu mengalami anemia.

2. Rambut rapuh dan kering

Rambut merupakan organ yang sebagian besar terdiri dari protein dan dapat menjadi indikator kekurangan nutrisi. Rambut yang rapuh mampu menunjukkan kekurangan asam lemak esensial, protein, zat besi, dan nutrisi lainnya.

Kerontokan rambut adalah hal yang biasa seiring bertambahnya usia, tetapi jika terjadi dengan kecepatan yang tidak wajar, mungkin ada kekurangan nutrisi. Setelah dokter menyatakan keadaan ini, kamu bisa mengatasinya dengan makanan dan suplemen yang kaya nutrisi.

3. Kuku berbentuk sendok atau beralur

Kuku juga bisa berfungsi sebagai tanda awal dari pola makan yang tidak memadai. Kuku berbentuk sendok yang melengkung ke atas dari dasar seperti sendok, dapat menjadi indikator anemia akibat kekurangan zat besi.

Apabila kamu mengalami anemia defisiensi zat besi, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi dan makanan kaya zat besi, seperti hati dan kerang, termasuk remis, tiram, dan kerang hijau.

4. Masalah mulut

Retakan atau peradangan di sudut mulut yang dikenal sebagai angular cheilitis, dapat menjadi tanda kekurangan riboflavin (B2) atau zat besi. Lidah yang pucat atau bengkak secara tidak normal juga menunjukkan kemungkinan kekurangan zat besi atau vitamin B.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore