Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 13 November 2023 | 20.03 WIB

Jangan Anggap Remeh, Ini 6 Kebiasaan yang dapat Merusak Otak Tanpa Kamu Sadari

Ilustrasi otak manusia

JawaPos.com - Banyak kebiasaan dan aktivitas sehari-hari yang tanpa kita sadari bisa merusak otak. Bukan hanya memicu masalah kesehatan, namun juga memicu kerusakan saraf dan juga jaringan otak.

Agar tidak penasaran, simak apa saja kebiasaan yang dapat merusak otak dilansir dari lemon8, Senin (13/11), berikut.

1. Bermain Ponsel di tempat gelap atau sebelum tidur
Bermain ponsel di tempat gelap atau sebelum tidur dapat berdampak buruk pada kesehatan otak, contohnya seperti menurunkan kualitas tidur, mengganggu ritme sirkadian, memicu gangguan mata, dan meningkatkan risiko depresi.

2. Mendengarkan musik di ponsel dengan volume besar. Mendengarkan musik dengan volume kencang dalam waktu yang lama dapat merusak otak.

Hal ini dapat merusak pendengaran dan memicu kerusakan jaringan otak, selain itu apabila mendengarkan lebih dari 3 jam atau lebih dapat meningkatkan risiko terjadinya tinnitus.

Tinnitus bisa semakin parah dan membuat pendengaran anda terganggu jika terlalu lama mendengarkan suara keras.

3. Enggan bersosialisasi
Tidak mau bersosialisasi atau berteman dengan orang lain dapat memberikan dampak buruk pada kesehatan mental dan fisik seseorang.

Menurut sebuah studi, orang yang memiliki isolasi sosial akan kehilangan lapisan luar otak yang memproses informasi. Sehingga seseorang akan mengalami peningkatan risiko terkena Alzheimer dan mempercepat penurunan kognitif.

4. Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis
Konsumsi gula yang berlebihan dapat meningkatkan risiko resistensi leptin, yaitu protein yang dibuat dalam sel lemak, beredar di aliran darah, dan diedarkan ke otak.

Baca Juga: Mengandung Asam Folat, 9 Buah Ini Bagus untuk Bumil

Sementara itu, resistensi leptin membuat anda tidak berhenti makan, karena otak tidak merasa kenyang meski sudah banyak makan. Akibatnya, rasa lapar tersebut membuat kita akan terus makan yang berkontribusi terhadap penambahan berat badan hingga risiko diabetes.

Selain itu, terlalu banyak gula dapat menghambat penyerapan protein dan zat gizi dalam tubuh. Akibatnya, perkembangan otak dapat terhambat dan memungkinkan untuk terjadinya kekurangan gizi (malnutrisi).

5. Jarang melakukan aktivitas
Jarang melakukan aktivitas fisik dapat memengaruhi kesehatan otak seseorang. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tidak aktif secara fisik dapat memengaruhi bentuk neuron tertentu dalam otak, bahkan hingga ke psikis seseorang seperti mudah depresi dan penurunan mental.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan peningkatan hormon stres, kortisol, yang dapat merusak hipokampus dengan menurunkan ekspresi neuropeptida BDNF, dan menyebabkan depresi.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan aktivitas fisik sehari-hari, agar otak tetap sehat dan berfungsi dengan baik.

6. Jadwal tidur tidak teratur
kurang tidur atau tidur terlalu banyak juga dapat memengaruhi kesehatan otak. Tidur terlalu lama dapat menyebabkan seseorang merasa lelah dan lesu.

Selain itu, tidur terlalu lama juga dapat menyebabkan seseorang merasa kesulitan untuk berkonsentrasi dan memori yang buruk.

Oleh sebab itu, sangat penting untuk menjaga jadwal tidur yang teratur agar otak tetap sehat dan berfungsi dengan baik.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore