Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 November 2023 | 23.58 WIB

Penelitian Baru! 25 Persen Orang dengan Trauma Masa Kecil, Lebih Rentan Meninggal Karena Covid-19

Studi pertama yang menemukan hubungan antara dampak COVID-19 dengan penelantaran dan pelecehan pada masa kanak-kanak.


JawaPos.com - Sebuah penelitian dari Universitas Pittsburgh menemukan bahwa orang-orang yang mengalami trauma di masa kecil, seperti pelecehan atau penelantaran, dapat meningkatkan risiko dirawat inap atau kematian akibat Covid-19 saat dewasa.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Epidemiology and Community Health, orang yang melaporkan pengalaman trauma masa kecil memiliki 12 hingga 25 persen kemungkinan lebih tinggi untuk dirawat inap atau meninggal karena Covid-19.

Dikutip dari ANTARA, Minggu (5/11), hal ini menjadi temuan pertama yang mengungkapkan korelasi antara pengalaman trauma masa kecil dengan dampak Covid-19.

Penelitian ini mengidentifikasi bahwa faktor seperti usia, jenis kelamin, etnis, kondisi kesehatan, dan faktor sosiodemografi yang dikaitkan dengan hasil Covid-19 selama pandemi. Namun, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya trauma masa kecil sebagai faktor yang memengaruhi kesehatan jangka panjang.

"Temuan ini menyoroti bagaimana trauma di awal kehidupan dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan beberapa dekade kemudian," ujar Jamie L. Hanson, seorang peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran sekaligus lektor psikologi di Universitas Pittsburgh.

Dia juga menyarankan perlunya intervensi yang ditargetkan kepada individu dan komunitas yang terdampak pada trauma masa kecil untuk mengurangi dampak jangka panjang dari pandemi Covid-19 ini.
 
Baca Juga: Dokter Ungkap Infeksi Paru jadi Faktor Berat Trauma yang Dialami David Ozora

Penelitian ini memberikan wawasan penting tentang bagaimana pengalaman masa kecil dapat memengaruhi kerentanan terhadap penyakit serius seperti Covid-19 di kemudian hari.
 
Masa kanak-kanak yang sulit dapat menyebabkan stres kronis yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan kesehatan fisik.

Faktor-faktor ini dapat membuat individu lebih rentan terhadap dampak parah penyakit seperti Covid-19. Oleh karena itu, pemahaman akan korelasi antara trauma masa kecil dan kesehatan di usia dewasa dapat membantu mendukung upaya pencegahan dan perawatan selama pandemi ini.

Meskipun temuan ini menggambarkan hubungan yang signifikan antara pengalaman masa kecil dan Covid-19, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme yang mendasarinya dan mengembangkan strategi intervensi yang efektif untuk individu yang terdampak.

Penting untuk terus memeriksa kesehatan fisik dan mental individu yang mengalami penderitaan masa kecil selama pandemi ini dan memberikan dukungan yang sesuai agar mereka dapat menghadapi risiko yang lebih tinggi.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran tentang pengaruh masa kecil pada kesehatan di kemudian hari dan mengintegrasikannya dalam upaya manajemen dan penanganan pandemi Covid-19.

Mengidentifikasi individu yang berisiko lebih tinggi dan memberikan dukungan yang tepat adalah langkah penting dalam menjaga kesehatan selama pandemi ini.

Dengan hasil penelitian ini, diharapkan upaya pencegahan dan perawatan bagi orang-orang yang mengalami penderitaan masa kecil, sehingga dampak jangka panjang dari pandemi Covid-19 dapat dikurangi.
 
***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore