
Sejumlah prajurit TNI gabungan saat mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 TNI.
JawaPos.com - Hari ini (5/10) TNI merayakan HUT ke-81. Sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, agenda tersebut berlangsung sederhana di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Sebagai institusi militer, TNI punya riwayat panjang dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Merujuk laman resmi Mabes TNI, organisasi dengan nama lengkap Tentara Nasional Indonesia itu berperan besar sejak pra kemerdekaan sampai pasca kemerdekaan. TNI yang lahir dari Badan Keamanan Rakyat atau BKR turut serta mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia.
”TNI merupakan perkembangan organisasi yang berawal dari Badan Keamanan Rakyat (BKR). Selanjutnya pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR), dan untuk memperbaiki susunan yang sesuai dengan dasar militer international, diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI),” demikian penjelasan Mabes TNI.
Sejalan dengan berbagai misi pertempuran yang dilaksanakan oleh TRI, organisasi untuk institusi militer Indonesia terus dimatangkan. TRI dilebur oleh Presiden Soekarno dengan sejumlah badan-badan perjuangan rakyat dalam satu kesatuan bernama TNI.
Peran TNI dalam peperangan pasca kemerdekaan sangat besar. TNI menjadi tentara rakyat, tentara revolusi, dan tentara nasional. Dengan membawa semangat Perang Rakyat Semesta, TNI bersama masyarakat serta sumber daya nasional dikerahkan untuk menghadapi beberapa agresi.
”Dengan demikian, integritas dan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia telah dapat dipertahankan oleh kekuatan TNI bersama rakyat,” lanjut Mabes TNI.
Sesuai dengan keputusan Konferensi Meja Bundar (KMB), akhir 1949 dibentuk Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu, dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan TNI dan KNIL dengan TNI sebagai intinya.
Agustus 1950 RIS dibubarkan dan Indonesia kembali ke bentuk Negara kesatuan. APRIS pun berganti nama menjadi Angkatan Perang RI (APRI). Sistem demokrasi parlementer yang dianut pemerintah pada periode 1950-1959, mempengaruhi kehidupan TNI.
Upaya menyatukan organisasi angkatan perang dan Kepolisian Negara menjadi organisasi Angkatan Bersenjata Republika Indonesia (ABRI) pada tahun 1962, ungkap Mabes TNI, merupakan bagian penting dari sejarah TNI pada dekade 1960-an.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022