
Ilustrasi perdagangan orang. (Istimewa).
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi meluncurkan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) di 11 polda dan 22 polres pada Rabu (21/1). Tujuannya untuk memperkuat perlindungan terhadap kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.
Jenderal Sigit menilai perlindungan terhadap perempuan dan anak harus terus menjadi atensi semua pihak. Dengan begitu, berbagai persoalan yang menimpa perempuan dan anak-anak dapat ditangani dengan baik. Termasuk persoalan hukum yang masih sering terjadi. Orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu ingin pelayanan terhadap perempuan dan anak-anak oleh Polri benar-benar tepat.
”Sehingga permasalahan korban dari kelompok rentan yang selama ini banyak terjadi di lapangan namun tidak dilaporkan. Alhamdulillah dengan pembentukan Direktorat PPA-PPO semua ini korban bisa terlayani dengan baik,” kata dia.
Pembentukan Direktorat PPA-PPO di level Polda dan Polres dilakukan setelah Polri memiliki Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO di level Bareskrim Polri. Selama satu tahun belakangan, direktorat tersebut terus melakukan sosialisasi untuk membangkitkan keberanian korban melapor kepada polisi. Itu penting karena tidak sedikit korban enggan melapor.
”Selama 1 tahun dilaksanakan kegiatan sosialisasi untuk membangkitkan keberanian dari masyarakat yang menjadi korban untuk betul-betul meyakini pada saat melapor mereka terlindungi. Karena memang di satu sisi menimbulkan traumatik apabila tidak bisa kami berikan pelayanan dan perlindungan dengan baik,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan tugasnya Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri dan seluruh jajaran di level polda dan polres berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya. Tujuannya semata-mata demi memastikan perlindungan terhadap kelompok rentan terlaksana secara maksimal. Kerja sama bahkan dilakukan dengan otoritas di luar negeri.
”Di satu sisi banyak terjadi peristiwa People Smuggling yang korbannya warga negara kita yang tertipu mendapatkan janji pekerjaan, namun jadi korban di luar negeri karena menggunakan jalur tidak resmi. Di situ kami bekerja supaya itu bisa dihindari,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sigit menyampaikan bahwa Direktorat PPA-PPO Polri hadir untuk memastikan masyarakat tidak menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Selain itu, untuk memberikan jaminan perlindungan dan mendapatkan hak saat bekerja di luar negeri. Dia juga berharap peluncuran direktorat tersebut menjadi momentum untuk terus memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik.
Adapun 11 Polda dan 22 Polres yang kini sudah resmi memiliki Direktorat PPA-PPO terdiri atas:
Polda Metro Jaya
Polres Metro Jakarta Barat
Polres Metro Jakarta Timur
Polres Metro Jakarta Utara
Polres Metro Jakarta Pusat
Polres Metro Bekasi Kota
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022