Kapal Induk Angkatan Laut Perancis, Charles De Gaulle berlabuh di Lombok Barat, NTB pada sejak Selasa (28/1). (TNI AL)
JawaPos.com - Pengadaan dua unit kapal selam scorpene dari Prancis belum sampai tahap penandatanganan kontrak efektif. Namun, Kementerian Pertahanan (Kemhan) optimistis kerja sama yang sudah dibangun sejak Presiden Prabowo Subianto masih bertugas sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) itu bakal tuntas.
Dalam pertemuan antara Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menhan Prancis Sebastian Lecornu di Jakarta, Jumat (31/1), kerja sama alutsista turut dibahas. Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal (Karo Infohan Setjen) Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas, Prancis berkomitmen menyelesaikan kerja sama yang sudah dibicarakan sejak lama.
Termasuk diantaranya pengadaan kapal selam scorpene disertai dengan transfer of technology dari Naval Group kepada PT PAL Indonesia. Satu dari dua kapal selam itu akan dibangun di galangan PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur.
”Terkait dengan kapal selam scorpene, itu juga salah satu pembahasan. Bahwa ada komitmen nanti dari Prancis, dimana nantinya yang direncanakan bersama Indonesia dan sudah diwakili oleh Pak Prabowo, presiden kita, pada saat menjabat Menhan. Itu akan dituntaskan dan tentunya itu juga menjadi sebuah kebutuhan. Karena kita sebagai negara kepulauan terletak di antara dua lautan besar,” jelasnya.
Kondisi tersebut, lanjut Frega, membuat Indonesia harus terus berusaha memperkuat Angkatan Laut. Salah satunya melalui kerja sama pengadaan kapal selam. Sebagaimana diketahui, setelah kehilangan KRI Nanggala-402 pada 2021 lalu, TNI AL hanya memiliki empat kapal selam. Yakni KRI Cakra-402, KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro-405. Mereka butuh delapan kapal selam baru untuk memenuhi target 12 kapal selam.
”Dalam pembicaraan Pak Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dengan Pak Sebastian Lecornu Dari Prancis, bahwa sebagai negara kepulauan tentunya kita juga ingin mengembangkan kemampuan Angkatan Laut,” imbuhnya.
Sebagai salah satu wujud kerja sama yang baik antara Indonesia dengan Prancis, tidak kurang dari empat kapal perang milik Prancis kini tengah sandar di Indonesia. Termasuk salah satunya kapal induk Charles De Gaulle. Kapal induk bertenaga nuklir itu tengah sandar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menhan Sjafrie berniat mengunjungi salah satu dari empat kapal perang tersebut.
”Indonesia maupun Prancis ini menunjukkan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan. Bahkan dalam program ini nantinya juga akan ada kunjungan Pak mMenhan ke salah satu kapal Prancis yang sedang berada di kawasan,” kata Frega.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
