
Ketua DPR RI Setya Novanto.
JawaPos.Com - Ketua DPR Setya Novanto mulai melakukan serangan balik atas tuduhan yang menyebutnya mencatut Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mendapatkan saham dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Wakil ketua umum Golkar itu bahkan tak mengakui rekaman pembicaraan yang melibatkan Direktur Utama PTFI Ma’roef Sjamsoeddin dan pengusaha M Reza Chalid tentang bagi-bagi saham.
Setnov -sapaan Setya- menyebut bukti rekaman yang diserahkan Menteri ESDM ke Mahkamah Kehormatan DPR (MKD) bukanlah berisi suaranya. Mantan bendahara umum Golkar itu bahkan menyebut rekaman itu bisa saja hasil rekayasa.
"Saya tidak pernah akui rekaman itu. Belum tentu suara saya. Bisa saja diedit dengan tujuan menyudutkan saya," ujar Setnov di kompleks parlemen, Jumat (20/11) saat ditanyai soal langkah MKD meminta bantuan Polri untuk memvalidasi bukti rekaman suara yang diserahkan Sudirman.
Setnov justru merasa telah dizalimi dengan kasus itu. "Yang jelas saya merasa dizalimi. Merugikan nama baik saya dan lembaga DPR," sesalnya.
Karenanya, Setnov atas saran pengacaranya, Rudi Alfonso dan Johnson Panjaitan berencana melakukan langkah hukum. Setnov akan menempuh upaya hukum pada Senin (23/11).
"Sekarang lagi dikaji dalam waktu satu-dua hari ini. Nanti hari Senin sudah ada langkah-langkah," ungkapnya.
Selain itu, Setnov juga meminta Komisi I DPR yang membidangi telekomunikasi untuk menindaklanjuti transkrip dan rekaman itu. Sebab, dari kabar yang beredar, ada instrumen Badan Intelijen Negara (BIN) yang ikut merekam pembicaraan itu.
"Komisi I harus menindaklanjuti. Kan tidak boleh merekam ketua DPR tanpa izin. Ini kan pimpinan lembaga negara. Apalagi perusahaan asing, ada pemahaman kode etik dalam Foreign Corruption Practice Act, peraturan tentang transparansi penyadapan-penyadapan. Tim hukum saya sudah memberikan saran terhadap langkah-langkah ini," tuturnya melengkapi.
Ditanya soal pernyataan Menkopolhukam Luhut Panjaitan bahwa langkah Sudirman melapor ke MKD ternyata tanpa izin dari Presiden Jokowi, dengan tegas Setnov langsung menyodorkan jawaban sinis. "Nah sekarang terbukti, dia (Sudirman, red) yang mencatut nama presiden,” tandasnya.(dna/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
