
ILUSTRASI. (NINA/JAWA POS)
Dari kisah Soekeni dan Bung Karno, terpetik pelajaran bahwa perjuangan, pengorbanan, dan manuver mencari jalan demi meraih pendidikan memang perlu dan terbukti berbuah kegemilangan. Hingga akhir hayatnya, Bung Karno menaruh hormat setinggi-tingginya kepada ayahnya. Meski demikian, jejak manuver Soekeni mencari jalan dengan cara memudakan usia putranya itu telanjur terekam selamanya, menyisakan celah bagi spekulasi tentang tahun kelahiran Bung Karno yang sesungguhnya.
Sementara dari penggalan kisah Wisrawa dan Danareja kita tahu, suatu permintaan berlebihan yang tidak pada waktu dan tempatnya, jika dipaksakan tetap dilakukan, terbukti akan mendatangkan malapetaka. Wisrawa tak hanya rungkad kehormatannya sebagai begawan, namun juga kehilangan seorang putra serta kehormatannya sebagai seorang ayah. Kasih ibu sepanjang masa, kasih ayah sepanjang jalan. (*)
---
KUKUH YUDHA KARNANTA, Pengajar bahasa dan sastra Inggris FIB Unair

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
