Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Agustus 2023 | 19.27 WIB

Menggugat Rupa Ibu Menyusui dalam Kesenian

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

Setiap Agustus diperingati sebagai Pekan ASI (Air Susu Ibu) Sedunia. Sejak 1990-an, WHO dan Unicef gencar meningkatkan kesadaran dan mempromosikan aktivitas menyusui.

Mengikuti aksi WHO dan Unicef, sebuah aliansi bernama WABA (World Alliance for Breastfeeding Action) menginisiasi peringatan Pekan ASI Sedunia, tepatnya mulai 2016.

GAYUNG pun bersambut. Tiga organisasi kesehatan internasional terbesar di dunia ini, yakni WHO, Unicef, dan WABA, bersatu aksi untuk mengesahkan awal Agustus sebagai Pekan ASI Sedunia yang menjadi bagian dari strategi promosi ASI eksklusif, menyusui dan atau memerah ASI.

Mengutip informasi dari website WHO Indonesia, sampai 2022 tercatat bahwa aktivitas pemberian ASI eksklusif di Indonesia mengalami penurunan. Dari 69,7 persen pada 2021 menjadi 67,96 persen. Aktivitas menyusui selama enam bulan (eksklusif) merupakan salah satu poin penting yang diperhatikan dalam pencapaian MDGs (Millennium Development Goals). Pemberian ASI eksklusif ini menjadi fokus kesehatan dunia karena memiliki tujuan jangka panjang. ASI tidak hanya dapat mencegah kelaparan dan malanutrisi, tetapi juga bisa meningkatkan perkembangan mental dan kognitif bayi demi kemajuan masa depan generasi bangsa.

Karena itu, pemerintah Indonesia turut serta dalam mendukung aktivitas menyusui dengan menyusun berbagai peraturan perundang-undangan untuk melindungi hak-hak perempuan dalam bekerja sekaligus menyusui/memerah ASI. Sedemikian banyak peraturan undang-undangan yang dibuat pemerintah Indonesia diharapkan memberikan kemudahan bagi ibu untuk melakukan aktivitas menyusui dengan dukungan dari berbagai pihak. Semua pihak yang terlibat, mulai pemerintah, masyarakat, perusahaan, hingga kebijakan yang berlaku, dapat berkontribusi secara aktif dalam membangun atmosfer lingkungan yang ramah menyusui bagi perempuan.

Tema Pekan ASI Sedunia pada 2023 ini adalah Enabling Breastfeeding: Making a Difference for Working Parents. Tema tahun ini berfokus pada peran perempuan dalam menyusui dan dalam pekerjaan. Perempuan yang mengemban tugas menjadi ibu menyusui sekaligus pekerja bukanlah suatu persoalan yang sederhana. Apalagi, dewasa ini peran perempuan sudah banyak bergeser aktivitasnya dari domestik ke publik. Kondisi ini yang ditengarai menjadi dilema bagi perempuan ketika dihadapkan pada pilihan bekerja dan menyusui. Kesetaraan gender membuka kesempatan yang lebar bagi perempuan untuk bekerja secara mandiri, berpendidikan, dan membangun karier di wilayah publik. Namun, di sisi lain keterbatasan dukungan dari pihak lain justru membawa dampak yang negatif terhadap kesempatan perempuan untuk dapat melakukan aktivitas menyusui atau memerah ASI seperti terbatasnya lama cuti, jam kerja yang kurang fleksibel untuk memerah ASI, maupun ketiadaan ruang laktasi di lingkungan kerja. Tema Pekan ASI Sedunia tahun ini diharapkan setiap pihak membangun kesadaran untuk memberikan dukungan kepada ibu pekerja yang menyusui.

Bekerja dan menyusui seharusnya bukan suatu pilihan yang membuat perempuan dilema. Keduanya tidak bersifat dikotomis yang saling bertentangan. Pierre Bourdieu, ahli sosiologi, menjelaskan teori subjektivisme dan objektivisme dalam konflik sosial yang biasa terjadi dalam masyarakat.

Menurut dia, subjektivisme berkaitan dengan realitas sosial yang dibangun agen (individu) yang merupakan aktor kreatif dalam menentukan tindakannya sebagai bentuk kesadaran dan kebebasan individu. Seperti halnya perempuan yang berperan sebagai agen dengan kemampuannya yang dinamis untuk menentukan pilihan dan untuk menunjukkan kediriannya.

Objektivisme memandang bahwa realitas sosial dibentuk kekuatan di luar individu, yaitu struktur, yang pada akhirnya juga menentukan bagaimana kesadaran dan tindakan individu. Sebagaimana struktur masyarakat Indonesia yang masih sarat dengan nilai-nilai patriarki, sering kali mengusung dikotomi peran perempuan yang publik dan domestik.

Perempuan (sebagai agen) dan masyarakat yang patriarki (sebagai struktur) berbenturan menimbulkan konflik sosial. Keterbatasan dukungan dan fasilitas bagi perempuan pekerja yang menyusui menunjukkan gejala diskriminasi gender. Implikasinya berujung pada upaya mendomestifikasi perempuan. Peran tradisional sebagai pengasuh anak di rumah terus-menerus dilekatkan kepada perempuan.

Ketidaksadaran itu bahkan berlanjut sampai ke ranah kesenian. Bagaimana rupa-rupa ibu menyusui divisualisasikan dan disebarluaskan untuk membangun kesadaran tentang domestifikasi perempuan.

Pekerja-pekerja seni teramat sering menggambarkan ibu menyusui dengan tampilan yang stereotipe: rambut tersanggul, mengenakan kebaya dan jarik, serta salah satu payudaranya sedang menyusui bayi yang digendong di pangkuannya.

Karya seni rupa ini tampak sangat tradisional dan pasif. Visualisasi ini banyak ditemui di sampul KMS (Kartu Menuju Sehat) yang biasa dibawa ke posyandu/puskesmas, lukisan-lukisan, atau patung-patung di RSIA (rumah sakit ibu dan anak). Bahkan, ada satu patung serupa di Istana Bogor.

Ibu menyusui dirupakan sedemikian tradisional hingga mampu mengaburkan relevansinya dengan zaman. Keterlibatan perempuan di wilayah publik (utamanya dalam hal perekonomian) mendorong terjadinya pergeseran nilai-nilai sosial, budaya, bahkan ideologi.

Bila pada mulanya peradaban manusia dalam budaya agraris, perempuan berperan di wilayah domestik sebagai pengasuh dan perawat keturunan, kini dalam budaya industri peran perempuan bergeser, bahkan berganda. Perempuan menjalankan multiaplikasi identitasnya sebagai ibu yang mengasuh dan sebagai pekerja yang mencari nafkah. Dua peran itu dilakukan secara paralel dan diupayakan seimbang. Pergulatan yang dihadapi perempuan saat ini tidaklah mudah.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore