
Jamaah haji sedunia memadati jalanan di Mina, Arab Saudi, untuk melonntar jumrah Aqabah, Rabu (27/5) waktu Arab Saudi. (Media Centeer Haji 2026)
JawaPos.com - Ketua Komisi VIII DPR RI sekaligus anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Marwan Dasopang, menilai pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 secara umum berlangsung lancar dan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Meski demikian, persoalan kepadatan jamaah di Mina masih menjadi tantangan utama yang perlu segera mendapatkan solusi.
Marwan mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Namun, ia menilai kondisi di Mina masih belum ideal bagi kenyamanan jemaah.
"Kondisi di Mina masih menjadi tantangan utama. Kapasitas tenda dan area yang tersedia belum mampu memberikan ruang yang cukup nyaman bagi seluruh jemaah. Kepadatan masih terjadi dan dirasakan langsung oleh jemaah," kata Marwan dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5).
Marwan yang saat ini tengah berada di Mekkah, Arab Saudi, menyatakan masalah keterbatasan ruang, Marwan juga menyoroti sejumlah fasilitas di Mina yang dinilai belum berfungsi optimal. Beberapa persoalan yang dikeluhkan jemaah antara lain pendingin udara atau AC yang tidak bekerja maksimal hingga ketersediaan air yang belum memadai di sejumlah titik.
"Kita menerima berbagai masukan terkait fasilitas di Mina. Ada persoalan AC yang tidak berfungsi optimal, ketersediaan air yang kurang memadai, serta berbagai kendala lain yang muncul akibat tingginya kepadatan jemaah dalam satu kawasan yang sangat terbatas," ujarnya.
Menurut Marwan, persoalan yang terus berulang setiap musim haji itu membutuhkan langkah baru dan terobosan kebijakan agar kondisi Mina bisa lebih nyaman dan aman bagi para jemaah.
Ia menilai, opsi perluasan area Mina kemungkinan sulit dilakukan karena keterbatasan lahan. Karena itu, pemerintah perlu mulai mengkaji alternatif lain, termasuk pembangunan tenda bertingkat maupun penataan ulang sistem penempatan jemaah.
"Kita harus mulai memikirkan formula baru. Jika area Mina memang tidak bisa diperluas, maka perlu dipertimbangkan berbagai opsi seperti tenda bertingkat atau skema lain yang memungkinkan ruang bagi jemaah menjadi lebih longgar dan manusiawi," ujar Marwan.
Tak hanya itu, Marwan juga mengusulkan penerapan skema tanazul bagi sebagian jemaah Indonesia yang lokasi hotelnya masih memungkinkan untuk dijadikan tempat mabit selama di Mina. Skema tanazul memungkinkan jemaah tidak menginap di tenda Mina, melainkan kembali ke hotel atau akomodasi yang telah ditentukan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
