Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Mei 2026 | 03.47 WIB

Harga Umrah dan Haji Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Ini Strategi Pihak Travel!

Sejumlah jamaah calon haji bersiap untuk terbang di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (21/5). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah jamaah calon haji bersiap untuk terbang di Terminal 2, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (21/5). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Konflik geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak pada kantong calon jamaah umrah dan haji. Ketegangan dunia saat ini memicu lonjakan harga avtur yang membuat tiket pesawat melambung tinggi.

Situasi ini menjadi kian berat dipicu melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mendongkrak biaya hotel serta akomodasi di Tanah Suci. Menyikapi kenaikan harga umrah dan haji ini, para pelaku biro perjalanan harus memutar otak. Salah satunya adalah Marco Tour & Travel yang menyiapkan strategi khusus agar jamaah tidak telanjur terbebani, namun tetap mendapatkan pelayanan terbaik.

Direktur Operasional Marco Travel Syarif Thalib mengungkapkan, pihaknya terus melakukan penyesuaian strategi di tengah ketidakpastian global ini. Tujuannya, agar pelayanan kepada jamaah tetap berjalan optimal tanpa menurunkan standar kualitas.

”Kita terus melakukan upaya agar kenaikan tidak terlalu memberatkan jamaah tanpa kita harus menurunkan kualitas pelayanan dan fasilitas kepada jamaah, kita juga memberikan pilihan variasi paket perjalanan dengan rentang waktu berbeda hingga fasilitas berbeda yang lebih fleksibel agar jamaah bisa menyesuaikan biayanya,” ujar Syarif Thalib.

Pengalaman selama 22 tahun membuat Syarif Thalib tetap optimistis. Menghadapi kenaikan harga umrah dan haji, pihaknya memilih fokus pada transparansi biaya serta edukasi kepada jamaah mengenai dinamika perjalanan internasional saat ini.

Pertahankan Ibadah Sesuai Sunnah di Tengah Keterbatasan

Di tengah tekanan biaya operasional, lanjut Syarif Thalib, pihaknya memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan ibadah haji yang nyaman sekaligus sesuai sunnah Rasulullah SAW secara maksimal.

”Tetap menjalankan rangkaian ibadah sunnah haji, termasuk pelaksanaan tarwiyah, bermalam di Muzdalifah, hingga penempatan tenda jamaah yang strategis di Mina,” jelas Syarif Thalib.

Pada 8 Dzulhijjah, jamaah diajak melakukan tarwiyah dengan bergerak menuju Mina demi memperbanyak ibadah sebelum puncak haji di Arafah. Langkah ini diambil demi memberikan pengalaman ibadah yang lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.

Tak hanya soal bimbingan ibadah, kenyamanan fisik jamaah juga menjadi prioritas utama. Saat melakukan mabit (bermalam) di Muzdalifah, jamaah tidak perlu khawatir dengan kondisi area terbuka.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore