
Jamaah haji memadati terowongan Muashim di Mina yang menjadi salah satu jalur dari tenda jamaah haji menuju area Jamarat. (Media Center Haji 2026)
JawaPos.com – Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Mina dan Jamarat menjadi fase terberat dalam prosesi puncak ibadah haji tahun ini.
Tak sedikit jamaah yang tumbang akibat kelelahan. Ditambah lagi jamaah yang lupa arah pulang menuju tenda mereka di Mina seusai melontar jumrah.
Ada pula jamaah yang terpisah dari rombongan karena padatnya lautan manusia yang hendak menuju Jamarat.
Jamarat punya karakteristik berbeda dengan ibadah di Masjidil Haram, wukuf di Arafah, maupun mabit di Muzdalifah.
Di ketiga lokasi itu, jamaah haji lebih banyak diam di tempatnya. Sementara di Mina, terutama di Jamarat, jamaah haji terus menerus bergerak dan berjalan nyaris tanpa henti.
Dimulai dari keluar dari tenda Mina, berjalan berkilo-kilometer menuju Jamarat, melontar jumrah, lalu berjalan lagi menuju tenda di Mina.
Waktu jamaah lebih banyak habis di perjalanan. Sementara, waktu melontar jumrahnya sangat singkat.
Untuk satu jumrah, jamaah hanya butuh waktu kurang dari satu menit, bahkan tak sampai 30 detik untuk melontar tujuh batu.
Kemudian ia harus bergerak ke dua jumrah berikutnya, lalu bergegas keluar dari area jamarat karena ada puluhan ribu jamaah haji lain di belakangnya yang juga hendak melontar jumrah.
Kepala Satuan Operasi Armuzna Letkol Surnadi menjelaskan, sesuai hasil koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, pihaknya telah melarang jamaah haji untuk keluar dari tenda, apalagi menuju Jamarat antara pukul 10.00-14.00.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
