
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Menteri Haji dan Umrah (Menjaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan seluruh calon jamaah haji agar mempersiapkan diri secara menyeluruh menjelang pelaksanaan ibadah Haji 2026. Hal tersebut disampaikan saat Manasik Haji Nasional 2026 yang digelar serentak di seluruh Indonesia.
“Tentu jamaah haji harus siap. Siap mental dalam artian secara fikih harus siap. Yang kedua, siap fisik. Secara fisik harus siap karena haji adalah ibadah yang memerlukan kondisi fisik prima,” kata pria yang karib disapa Gus Irfan di Asrama Haji Embarkasi Jakarta, Rabu (11/2).
Irfan menjelaskan, Manasik Haji Nasional diselenggarakan sebagai amanat undang-undang, sekaligus peraturan presiden terkait Kementerian Haji dan Umrah. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan persiapan keberangkatan jamaah haji tahun 2026.
“Alhamdulillah, hari ini kita sudah memasuki tahapan berikutnya dari persiapan keberangkatan jamaah haji. Secara nasional, manasik haji untuk para calon jamaah di seluruh Indonesia resmi dimulai,” ucapnya.
Menurutnya, pelaksanaan manasik di berbagai daerah dilaporkan dalam kondisi siap. Ia menyebut, panitia di seluruh Indonesia juga menyatakan kesiapan untuk mendukung proses pembekalan bagi para calon jamaah.
“Secara umum, panitia melaporkan seluruh daerah sudah siap. Tinggal penambahan pembekalan, terutama terkait fikih manasik haji,” tutur Irfan.
Selain pembekalan fikih, lanjutnya, pemerintah juga memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga dan merawat kesehatan, baik sebelum keberangkatan maupun selama berada di Tanah Suci.
“Yang kedua tentu tentang bagaimana merawat dan menjaga kesehatan, baik selama di Indonesia sebelum berangkat maupun selama di Tanah Suci nantinya,” urainya.
Ia menegaskan, kesiapan mental dan fisik menjadi bekal utama agar jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar.
“Itu yang menjadi bekal utama supaya mereka secara fisik siap, sehat, dan secara mental juga siap,” tegasnya.
Nantinya, tim kesehatan Kementerian Haji dan Umrah di berbagai daerah akan terus bersiaga untuk melakukan pemantauan kondisi calon jamaah secara rutin dan berkelanjutan.
“Kepada pusat kesehatan sudah saya minta untuk selalu memantau. Mereka memiliki tim di daerah-daerah untuk memantau kesehatan jamaah haji kita,” paparnya. (*)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
