
Konsep Beras Haji Nusantara yang digagas Kementerian Haji dan Umrah untuk konsumsi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. (Kemenhaj)
JawaPos.com – Program penggunaan pangan Indonesia untuk konsumsi jamaah haji Indonesia di tanah suci terus bergulir. Salah satunya adalah program Beras Haji Nusantara yang diperkenalkan secara resmi oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf.
Program Beras Haji Nusantara ini bagian dari sebagai langkah strategis pemerintah melalui Kemenhaj dalam memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia tahun 1447 H/2026 M.
Beras Haji Nusantara digagas untuk memastikan jamaah haji Indonesia mendapatkan asupan pangan berkualitas. Sekaligus memberdayakan produk beras dalam negeri di Tanah Suci.
Dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) di Jakarta, Senin (9/2), Irfan mengungkapkan total kebutuhan beras untuk 205.420 orang jamaah haji reguler dan petugas selama musim haji mencapai 2.280 ton.
Jumlah ini dihitung berdasarkan frekuensi makan jamaah yang mencapai 78 kali di Makkah, 27 kali di Madinah, dan 6 kali di wilayah Armuzna.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap butir nasi yang dikonsumsi jamaah haji kita memiliki kualitas terbaik dan cita rasa nusantara. Oleh karena itu, kami mendorong penggunaan Beras Haji Nusantara dengan spesifikasi premium, long grain, dan tingkat pecahan (broken) maksimal 5%,” terangnya.
Ia menjelaskan, selama ini dapur penyedia layanan di Arab Saudi, termasuk yang melayani jamaah haji Indonesia menggunakan beras dari negara lain. Harga pasarannya sekitar 150 SAR per 40 kg atau setara Rp 16.824 per kg.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan harga Beras Haji Nusantara dapat menyentuh angka Rp16.000 per kg saat tiba di dapur penyedia layanan.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya efisiensi dan standardisasi menu makanan yang dikonmsumsi jamaah haji Indonesia.
Sebagaimana dijelaskan Wamenhaj dahnil Anzar Simanjuntak, nilai konsumsi jamaah haji Indonesia tahun ini ditetapkan 36 SAR per hari.
Terdiri dari makan pagi senilai 10 SAR atau Rp 45.000 (kurs Rp 4.500), serta makan siang dan malam masing-masing senilai 13 SAR atau Rp 58.500.
Dengan harga bahan pangan yang lebih murah, diharapkan jamaah bisa memperoleh menu makanan yang berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
Menhaj mengungkapkan, dalam komposisi menu yang diberikan, jamaah akan mendapatkan porsi nasi seberat 170 gram sekali makan. Didampingi lauk 80 gram, sayur 75 gram, serta air mineral dan menu pelengkap lainnya.
Menhaj juga mengidentifikasi beberapa tantangan dalam implementasi program Beras Haji Nusantara.
Salah satunya adalah mekanisme penggunaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang memerlukan penugasan melalui Rakortas di tingkat Menko Pangan, serta penyesuaian kualitas dari beras medium ke premium.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
