
Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo (tengah, berkacamata) bersama calon PPIH Arab Saudi Wanita di Asrama Haji Pondok Gede Jaktim, Kamis (15/1). (Bayu Putra/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Haji dan Umrah optimistis akan ada perbaikan layanan yang signifikan bagi jamaah haji tahun ini. Sebab, untuk kali pertama dilakukan pendidikan dan latihan terpusat bagi calon petugas haji yang akan melayani jamaah di Arab Saudi.
Para calon petugas haji yang tergabung dalam Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi itu digembleng bersama selama 21 hari di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.
"Saya merasakan, melihat, dan mengalami betul bagaimana para petugas haji ini disiapkan untuk bisa menjadi pelayan tamu-tamu Allah," terang Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Puji Raharjo usai meninjau kegiatan Diklat PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (15/1).
Dengan adanya diklat tersebut, Puji meyakinkan para calon jamaah haji maupun keluarganya, bahwa tahun ini jamaah haji Indonesia akan mendapatkan pelayanan terbaik.Baca Juga: Calon Petugas Haji 2026 Ramai-Ramai Cukur Gaya 012 saat Diklat di Jakarta
"Insya Allah ke depan ini (layanan haji) lebih baik dari yang sudah pernah ada," lanjut Puji. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan mereka yang akan bertugas mengawal tamu-tamu Allah dengan sebaik-baiknya.
"Dan nanti insya Allah jamaah haji akan mendapatkan pelayanan terbaik. Dan kita di sini betul-betul menyiapkan mereka, baik secara fisik, mental, spiritual, terkait dengan kesiapan petugas tersebut," jelasnya.
Saat mengecek proses diklat, Puji kembali mengingatkan para calon petugas haji agar mengubah orientasi kerja. Dari menjalankan tugas menjadi menyelesaikan tugas.
Tidak lagi sekadar sense of services, melainkan berkembang menjadi delivery services. "Tugas kita sebagai PPIH Arab Saudi tahun 2026 adalah menjadi petugas yang deliver services, yang betul-betul memastikan layanan itu sampai kepada jamaah," tegasnya.
Dia mencontohkan layanan transportasi. Bukan hanya menaikkan jamaah ke bus, kemudian memastikan busnya berangkat.
"Tapi memastikan bahwa semua jamaah sudah naik bus, memastikan bahwa semua jamaah nyaman di atas bus, dan memastikan bahwa semua jamaah sampai di tempat tujuan. Itu yang disebut dengan deliver services," jelas Puji.
Layanan konsumsi misalnya, tidak boleh sekadar mengantar makanan ke hotel dan menyajikannya pada jamaah.
Yang kerap terjadi di lapangan, jamaah mengambil konsumsi pada pagi hari lalu karena merasa belum terlalu lapar, mereka membawanya ke kamar lalu memakannya saat siang. Padahal, ada batas waktu makanan tersebut bisa disantap dalam kondisi baik.
"Ke depan harus diingatkan kepada jamaah bahwa makanan yang sarapan pagi itu hanya untuk sarapan, bukan untuk makan siang. Dan ini kita petugas konsumsi harus memastikan, mengingatkan itu," ucapnya.
Puji juga mewanti-wanti petugas agar melanjutkan latihan fisik yang dilatihkan saat diklat. Prinsipnya, latihan fisik petugas tidak boleh berhenti.
Karena para petugas haji dituntut selalu berada dalam kondisi bugar agar bisa melayani jamaah haji dengan maksimal.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
