Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Oktober 2025 | 01.33 WIB

9 Jenis Penyakit yang Penderitanya Dilarang Ibadah Haji oleh Saudi: Bisa Dikarantina hingga Dipulangkan ke Indonesia

Ilustrasi jemaah haji Indonesia. (MCH 2025) - Image

Ilustrasi jemaah haji Indonesia. (MCH 2025)

JawaPos.com - Pemerintah Arab Saudi menyambut musim haji 2026 dengan lebih matang. Khususnya di sektor kesehatan jamaah. Mereka baru saja mengumumkan daftar penyakit yang bisa berujung larangan untuk berangkat haji. 

Pemerintah Saudi menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran aturan kesehatan. Karena bagi mereka keselamatan publik menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan haji.

Nantinya, meskipun sudah mengantongi surat sehat dari Indonesia, berdasarkan aturan terbaru yang dirilis otoritas Saudi, jamaah akan tetap akan diperiksa di bandara kedatangan, baik jeddah maupun Madinah.

Bagi jamaah yang benar-benar sehat, bisa melanjutkan perjalanan menuju hotel. Tetapi bagi yang kedapatan sakit, akan dikarantina terlebih dahulu. 

Bahkan jika dinilai benar-benar tidak layak dari aspek kesehatan, jamaah bisa dipulangkan kembali ke tanah air. Berikut daftar 9 penyakit yang penderitanya dilarang berhaji oleh otoritas Saudi, beserta sejumlah gejalanya:

1. Penyakit Jantung

Hampir setiap musim haji, selalu ada kasus jamaah wafat gara-gara penyakit jantung dan pembuluh darah. Sejak di tanah air, jamaah diharapkan rutin berolahraga, untuk kesehatan jantung.

Serangan jantung kerap datang tiba-tiba. Di antara gejalanya adalah nyeri atau tekanan di dada yang bisa menjalar ke lengan, punggung, leher, rahang, atau perut, sesak napas, keringat dingin, kelelahan, pusing, serta mual, dan muntah.

2. Penyakit Paru

Penyakit paru terkait dengan sistem pernapasan. Gejala penyakit paru-paru meliputi batuk kronis, sesak napas, nyeri dada, kelelahan, demam, menggigil, dan penurunan nafsu makan.

Gejala lain yang mungkin muncul adalah mengi (napas berbunyi), batuk berdahak yang bisa disertai darah, dan kondisi kebingungan pada kasus yang parah.

3. Penyakit Hati (Liver)

Penyakit hati di sini tentu bukan hati dalam artian kalbu. Tetapi hati dalam arti sesungguhnya atau liver.

Di antara gejala sakit liver adalah mata dan kulit kuning (jaundice), mual, sakit perut dan bengkak, dan pembengkakan pada kaki. Secara umum gejala sakit hati atau liver berbeda-beda setiap orang. Sehingga diperlukan pemeriksaan yang lebih dalam.

4. Penyakit Ginjal

Selain penyakit jantung, kasus jamaah haji yang sakit ginjal cukup besar. Bahkan dahulu jamaah yang cuci ginjal dengan kondisi yang tidak terlalu parah, masih bisa berhaji.

Tetapi dalam perkembangannya, jamaah yang harus rutin melakukan cuci darah tidak boleh berhaji.

Gejala sakit ginjal meliputi perubahan warna urine menjadi keruh atau berbusa, sering buang air kecil (terutama malam hari), nyeri punggung atau pinggang, kelelahan, pembengkakan pada kaki dan mata, serta kulit kering dan gatal.

Gejala lain bisa berupa mual, muntah, sesak napas, penurunan nafsu makan, kram otot, dan tekanan darah tinggi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore