Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Juli 2025 | 14.51 WIB

8 Jamaah Haji Debarkasi Surabaya Masih Tertinggal di Tanah Suci, Termasuk yang Melahirkan dan Hilang

Ilustrasi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. (Media Center Haji) - Image

Ilustrasi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. (Media Center Haji)

JawaPos.com - Sebanyak 36.701 jamaah haji yang tergabung dalam 97 kelompok terbang (kloter) Debarkasi Surabaya, telah tiba di Tanah Air. Namun masih ada 8 jamaah yang tertinggal di Tanah Suci.

Juru bicara PPIH Debarkasi, Sugiyo mengatakan, delapan jamaah yang tertinggal itu ada yang masih sakit dan dirawat di rumah sakit, ada yang melahirkan, dan ada juga yang hilang dan dalam pencarian.

"Ada 5 jamaah yang masih dirawat di rumah sakit, 1 jamaah melahirkan beserta 1 jamaah pendamping, dan 1 jamaah yang masih hilang," ujar Sugiyo di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Sabtu (12/7).

Jamaah haji yang melahirkan adalah Tristy Erlinawati. Ia adalah jamaah haji asal Lumajang yang melahirkan bayi laki-laki prematur pada pertengahan JUni 2025. Tristy didampingi oleh suaminya, Fachrizal Rachmad.

Sementara jamaah haji yang masih hilang adalah Sukardi, 67 tahun, tergabung dalam kloter 79. Jamaah haji asal Kepanjeng, Malang ini dilaporkan hilang sejak 29 Mei atau dua hari setelah tiba di Makkah.

Selain 8 jamaah yang tertinggal di Arab Saudi, Sugiyo juga mebeberan ada 2 jamaah yang dirawat di RS Haji Surabaya.Jamaah yang sakit, rata-rata karena komorbid, seperti paru-paru, jantung, diabetes, hingga darah tinggi.

Jamaah haji yang masih sakit di Arab Saudi akan pulang ke Tanah Air setelah mereka sembuh. Sementara jamaah yang melahirkan diminta menunggu satu bulan untuk si bayi bisa terbang ke Tanah Air.

Sedangkan untuk jamaah haji yang hilang, Sugiyo menyebut pemerintah Indonesia masih terus berupaya mencarianya. Terkait kapan batas waktu pencarian jamaah hilang, Sugiyo belum bisa memastikan.

"Di sana apakah sudah tidak bisa ditemukan kembali, dihentikan pencariannya, nanti di sana (dibahas) bersama dengan pemerintah Arab Saudi," tambah Sugiyo.

Adapun seluruh biaya jamaah haji yang masih tertinggal di Tanah Suci akan ditanggung oleh pemerintah. Begitu pula dengan biaya penerbangan kembali ke Tanah Air.

Berdasarkan data Sekretariat PPIH Debarkasi Surabaya, jumlah jamaah yang berangkat ke Tanah Suci adalah 36.815 orang. Artinya ada selisih sebanyak 114 orang dengan jamaah haji yang tiba.

“114 jamaah haji itu dengan rincian, 94 wafat (di Tanah Suci), 8 orang masih tertinggal (di Arab Saudi), dan 12 jamaah pulang secara mandiri. Insyaallah kami telah berusaha maksimal memberikan pelayanan terbaik," tukas Sugiyo. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore