Ilustrasi jemaah haji Indonesia saat melakukan wukuf di Arafah, Kamis (5/6). (MCH 2025)
JawaPos.com – Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendi, menilai sistem distribusi makanan siap saji untuk jemaah haji Indonesia masih perlu pembenahan agar lebih tepat sasaran. Meskipun kualitas makanan dinilai sangat baik, proses penyalurannya di lapangan dinilai belum optimal.
Hal itu disampaikan Muhadjir saat meninjau langsung fasilitas pengolahan makanan yang dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di Jeddah, Selasa (10/6).
Peninjauan dilakukan bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi yang juga tergabung dalam Tim Amirul Hajj.
"Tempat pemrosesan makanannya sangat bagus, higienis, dan standarnya juga tinggi. Dari sisi pengelolaannya saya kira sangat baik," ujar Muhadjir.
Namun, ia menyoroti proses distribusi yang selama ini dilakukan berdasarkan jumlah kelompok jemaah. Ia menilai metode tersebut berisiko membuat pembagian tidak merata, apalagi jika tidak ada pelabelan yang jelas.
"Kemarin banyak yang tidak kebagian karena distribusinya per kelompok, bukan by name. Mestinya ada label nama supaya saat dikirim ke hotel, jemaah tahu ini untuk siapa," jelas mantan Menko PMK itu.
Muhadjir juga menambahkan bahwa makanan siap saji yang disediakan oleh BPKH sebenarnya memiliki daya simpan yang cukup lama, bahkan bisa mencapai satu tahun. Hal ini menyebabkan sebagian jemaah membawa makanan tersebut sebagai oleh-oleh ke tanah air.
"Saya temui di beberapa tempat, makanan ini ada yang dibawa pulang sebagai souvenir. Jadi sangat penting distribusinya benar-benar tertib agar jemaah yang membutuhkan benar-benar menerima haknya," tuturnya.
Program makanan siap saji dari BPKH ditujukan untuk membantu jemaah pada masa pra dan pasca Armuzna, yaitu fase puncak ibadah haji yang meliputi wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, dan melempar jumrah di Mina.
Pada masa-masa tersebut, mobilitas jemaah sangat tinggi sehingga logistik makanan perlu dipastikan tepat waktu dan tepat sasaran.
"Saya kira program ini sudah sangat baik, tinggal ditingkatkan lagi di sisi manajemen distribusi. Saya berharap ke depan bisa diperbaiki agar lebih presisi dan tidak menimbulkan masalah di lapangan," pungkas Muhadjir.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
