
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi pasien di KKHI Makkah, Rabu (11/6). (MCH 2025)
JawaPos.com – Fase puncak ibadah haji telah usai. Namun, kerja keras petugas kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah belum selesai.
Mereka masih harus merawat puluhan jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan usai menjalani fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang berlangsung 5–9 Juni 2025.
Kepala KKHI Daker Makkah, dr. Edy Supriyatna, menyampaikan bahwa pada Rabu (11/6), terdapat 35 pasien yang masih dirawat intensif di KKHI Makkah. Mereka mayoritas menderita penyakit jantung, paru, dan demensia, yang diperparah oleh kelelahan pasca-Armuzna.
“Kita sedang dalam masa pasca-Armuzna. Mungkin karena faktor kelelahan dan lain-lain, beberapa jemaah mengalami gangguan kesehatan. Kalau di kloter tidak bisa ditangani, maka dibawa ke KKHI Makkah,” jelas Edy saat ditemui JawaPos.com di ruang perawatan KKHI.
Edy mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mengembalikan pasien ke kloter masing-masing agar mereka bisa pulang bersama rombongannya. Namun, untuk jemaah yang kondisi kesehatannya berat dan berisiko memburuk jika terlalu lama berada di Arab Saudi, KKHI akan mengupayakan pemulangan lebih awal.
“Pasien-pasien dengan gangguan kesehatan yang kalau dia semakin lama di Arab Saudi bisa memperberat penyakitnya, akan kami usahakan untuk dipulangkan lebih dulu. Tentunya dengan syarat ibadah hajinya sudah lengkap,” tegasnya.
Selama musim haji 2025, lebih dari 200 pasien telah dirawat di KKHI Makkah. Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per Rabu (11/6) pukul 22.30 menunjukkan, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai 235 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 167 jemaah meninggal di Makkah. Mayoritas kasus disebabkan oleh penyakit jantung dan gangguan pernapasan, terutama pada kelompok usia 50–69 tahun.
Selain di KKHI, ratusan jemaah juga dirawat di berbagai Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Lebih dari 150 pasien tersebar di RSIS Mina, RSAS Arafah, dan RSAS Makkah. Untuk memastikan jemaah yang dirawat tetap terpantau, KKHI menurunkan tim visitasi yang bertugas melakukan pemantauan harian.
“Setiap rumah sakit Arab Saudi yang merawat jemaah Indonesia kami datangi setiap hari. Ada tim khusus yang memantau perkembangan kesehatan mereka dan berkoordinasi jika ada yang perlu dipindahkan,” kata Edy.
Jika kondisi pasien membutuhkan tindakan medis lanjutan seperti operasi, KKHI akan merujuk ke RS Arab Saudi. Namun, keputusan pemulangan tetap menjadi prioritas, terutama jika keberadaan jemaah di Arab Saudi justru memperburuk kondisi.
“Kami ingin semua jemaah bisa kembali ke tanah air dalam keadaan selamat. Itu harapan utama kami. Karena itu, semua pasien kami tangani dengan pendekatan pemulihan maksimal,” pungkas Edy.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
