Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Juni 2025 | 09.38 WIB

KKHI Makkah Rawat 35 Pasien Pasca-Armuzna, Puluhan Jemaah Diupayakan Pulang Lebih Awal

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi pasien di KKHI Makkah, Rabu (11/6). (MCH 2025) - Image

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat mengunjungi pasien di KKHI Makkah, Rabu (11/6). (MCH 2025)

JawaPos.com – Fase puncak ibadah haji telah usai. Namun, kerja keras petugas kesehatan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah belum selesai.

Mereka masih harus merawat puluhan jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan usai menjalani fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang berlangsung 5–9 Juni 2025.

Kepala KKHI Daker Makkah, dr. Edy Supriyatna, menyampaikan bahwa pada Rabu (11/6), terdapat 35 pasien yang masih dirawat intensif di KKHI Makkah. Mereka mayoritas menderita penyakit jantung, paru, dan demensia, yang diperparah oleh kelelahan pasca-Armuzna.

“Kita sedang dalam masa pasca-Armuzna. Mungkin karena faktor kelelahan dan lain-lain, beberapa jemaah mengalami gangguan kesehatan. Kalau di kloter tidak bisa ditangani, maka dibawa ke KKHI Makkah,” jelas Edy saat ditemui JawaPos.com di ruang perawatan KKHI.

Edy mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mengembalikan pasien ke kloter masing-masing agar mereka bisa pulang bersama rombongannya. Namun, untuk jemaah yang kondisi kesehatannya berat dan berisiko memburuk jika terlalu lama berada di Arab Saudi, KKHI akan mengupayakan pemulangan lebih awal.

“Pasien-pasien dengan gangguan kesehatan yang kalau dia semakin lama di Arab Saudi bisa memperberat penyakitnya, akan kami usahakan untuk dipulangkan lebih dulu. Tentunya dengan syarat ibadah hajinya sudah lengkap,” tegasnya.

Selama musim haji 2025, lebih dari 200 pasien telah dirawat di KKHI Makkah. Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per Rabu (11/6) pukul 22.30 menunjukkan, jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai 235 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 167 jemaah meninggal di Makkah. Mayoritas kasus disebabkan oleh penyakit jantung dan gangguan pernapasan, terutama pada kelompok usia 50–69 tahun.

Selain di KKHI, ratusan jemaah juga dirawat di berbagai Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Lebih dari 150 pasien tersebar di RSIS Mina, RSAS Arafah, dan RSAS Makkah. Untuk memastikan jemaah yang dirawat tetap terpantau, KKHI menurunkan tim visitasi yang bertugas melakukan pemantauan harian.

“Setiap rumah sakit Arab Saudi yang merawat jemaah Indonesia kami datangi setiap hari. Ada tim khusus yang memantau perkembangan kesehatan mereka dan berkoordinasi jika ada yang perlu dipindahkan,” kata Edy.

Jika kondisi pasien membutuhkan tindakan medis lanjutan seperti operasi, KKHI akan merujuk ke RS Arab Saudi. Namun, keputusan pemulangan tetap menjadi prioritas, terutama jika keberadaan jemaah di Arab Saudi justru memperburuk kondisi.

“Kami ingin semua jemaah bisa kembali ke tanah air dalam keadaan selamat. Itu harapan utama kami. Karena itu, semua pasien kami tangani dengan pendekatan pemulihan maksimal,” pungkas Edy.

 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore