
Menag Nasaruddin Umar saat mengecek ambulans di KKHI Makkah. (MCH 2025)
JawaPos.com – Ratusan ribu jemaah haji Indonesia tengah bersiap menyambut puncak ibadah haji, wukuf di Arafah, pada Kamis, 5 Juni 2025 atau 9 Dzulhijah. Dalam skema pergerakan menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), satu keistimewaan mengiringi langkah jemaah Tanah Air: Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diizinkan menempatkan ambulans sendiri di kawasan suci Armuzna.
Keistimewaan itu disampaikan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat konferensi pers di Makkah, Rabu (4/6). Ia menegaskan bahwa pemerintah Arab Saudi telah menetapkan aturan ketat terkait mobilitas layanan kesehatan selama fase puncak haji.
Namun, berkat diplomasi dan pendekatan data yang kuat, dispensasi khusus akhirnya diberikan kepada Indonesia.
“Tidak boleh ada ambulans yang masuk di area perkemahan seperti di Arafah dan Mina. Semuanya itu adalah ambulans Saudi Arabia. Ambulans kita nggak bisa masuk,” kata Nasaruddin.
“Tapi setelah kita lobi dan memperlihatkan kenyataan, satu-satunya negara yang bisa masukkan ambulansnya hanya Indonesia. Dan itu pun juga, jangan bergerombol ambulans itu, tapi dibagi-bagi kepada beberapa perkemahan,” imbuhnya.
Ambulans milik Indonesia akan ditempatkan secara tersebar dan strategis. Hal ini menjadi bagian dari sistem mitigasi kesehatan yang lebih luas, terutama untuk jemaah lansia, disabilitas, dan risiko tinggi (risti) yang menjadi prioritas selama pelaksanaan puncak haji.
Selain armada ambulans, dispensasi juga diberikan kepada Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk kembali menjalankan fungsinya secara penuh, termasuk menggelar tindakan medis ringan langsung di perkemahan.
“Terima kasih juga atas diizinkannya kita untuk menggunakan klinik kembali seperti biasa untuk mengoperasi. Dan terima kasih juga diberi kesempatan untuk menggunakan pengobatan-pengobatan operasi sederhana di perkemahan-perkemahan, yang hal ini susah kita temukan di jemaah haji yang lain,” ungkap Nasaruddin.
Langkah-langkah ini tidak hanya menunjukkan kesiapan Indonesia dalam melindungi jemaahnya, tetapi juga mencerminkan hubungan erat dan saling percaya antara Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.
Dengan suhu ekstrem yang diperkirakan melampaui 50 derajat Celsius, kehadiran ambulans di titik-titik krusial bisa menjadi penentu hidup dan mati bagi sebagian jemaah.
Petugas kesehatan Indonesia yang tergabung dalam KKHI akan bergerak cepat sesuai protokol, dengan dukungan armada yang kini secara resmi mendapat keistimewaan untuk berjaga di jantung Armuzna.
“Kami ingin menghindari semacam penipuan dan sebagainya, seluruh aparat kami (yang bertugas). Kami juga sangat berterima kasih kepada TNI dan Polri atas bantuannya kepada kami,” lanjut Nasaruddin.
Langkah Indonesia ini bukan hanya soal teknis layanan, melainkan juga simbol perlindungan terhadap ibadah.
Dalam lanskap jutaan jiwa yang berkumpul untuk menunaikan rukun Islam kelima, Indonesia menunjukkan diri sebagai negara yang serius menjaga keselamatan jemaahnya hingga detik-detik terpenting ibadah.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
