
Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah memberi keterangan saat peluncuran program
JawaPos.com - Tahun ini hampir seluruh olahan katering untuk jemaah haji menggunakan bumbu khas nusantara. Bumbu tersebut secara khusus diterbangkan dari Indonesia menuju Arab Saudi. Hasilnya jemaah merasa puas terhadap hidangan katering. Serta berharap untuk dipertahankan di masa-masa mendatang.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah menuturkan, tahun ini bumbu khas nusantara yang dikirim dari Indonesia ke Saudi semakin besar. Pengiriman itu ditangani oleh BPKH Limited.
"Feedback (dari jemaah) sejauh ini yang kami dapatkan dan kami selalu melakukan survei mereka sangat menikmati makanan yang bercita rasa Indonesia," kata Fadlul di sela forum IFN Indonesia Dialogues di Jakarta pada Senin (26/5).
Dia mengungkapkan, tahun ini total bumbu masakan nusantara yang dikirim ke Saudi untuk katering haji mencapai 475 ton. Jumlah itu meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya 75 ton saja. Bumbu itu meliputi beragam olahan khas Indonesia. Mulai dari bumbu rendang, balado, semur, gulai, dan lainnya.
Fadlul mengatakan, untuk tahun-tahun berikutnya bumbu yang dikirim bisa lebih banyak lagi. Sehingga pengusaha atau bahkan petani yang terkait dengan rantai pasok bumbu katering haji itu, bisa mendapatkan berkah dari kegiatan haji.
"Kami berupaya untuk bisa memberikan akselerasi dan distribusi yang lebih banyak lagi untuk makanan (katering haji) bercita rasa Indonesia lebih luas," jelasnya. Fadlul bersyukur hingga saat ini jemaah haji Indonesia sangat puas dan mereka berharap ini bisa dipertahankan kedepannya.
Lebih lanjut Fadlul menjelaskan, soal forum ISN Indonesia Dialogues. Dalam forum itu, BPKH ingin mendapatkan masukan tentang upaya mereka memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Mulai dari bidang perhajian, ekosistem industri halal, dan lainnya.
"Saat ini kami masih fokus memperbesar kesempatan atau peluang berkolaborasi dalam rangka menyuplai kebutuhan bagi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi," tutur Fadlul. Dia mengungkapkan sebenarnya banyak hal yang perlu dikolaborasikan di dalam industri keuangan maupun industri halal ekosistem di Indonesia.
Upaya kolaborasi itu sebagai bagian dari upaya memberikan pelayanan bagi jamaah haji Indonesia. "Terbayang di pikiran saya adalah selama ini kita sudah melakukan misalnya ekspor untuk bumbu di sana. Kedepannya akan lebih banyak lagi ekspor dalam jumlah kuantitas yang lebih besar," kata dia. Upaya itu perlu dukungan dan keterikatan seluruh elemen industri di tanah air. (wan)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
