
Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi. (Kemenag)
JawaPos.com – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerbitkan edaran resmi terkait mekanisme penggabungan jemaah haji Indonesia yang terpisah dalam penempatan hotel di Makkah. Edaran ini merespons aspirasi jemaah yang terdampak kebijakan layanan berbasis Syarikah, yang menyebabkan anggota keluarga terpisah meski dalam satu kloter.
Edaran tersebut ditandatangani Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis M Hanafi dan resmi diterbitkan pada Sabtu (17/5). Kebijakan ini ditujukan untuk menjamin kenyamanan dan kemaslahatan jemaah, terutama pasangan suami-istri, anak dan orang tua, serta lansia atau disabilitas dengan pendamping.
“Edaran ini diterbitkan dalam rangka memastikan kenyamanan dan kemaslahatan jemaah haji Indonesia, khususnya pasangan suami dan istri, anak dan orang tua, serta jemaah lansia/disabilitas dan pendamping yang saat ini mengalami pemisahan tempat tinggal di Makkah,” terang Muchlis M Hanafi.
Muchlis menjelaskan bahwa pemisahan tempat tinggal ini terjadi karena sistem layanan di Makkah berbasis syarikah. Sistem ini tidak memungkinkan penempatan jemaah berdasarkan kloter seperti di Madinah.
Namun, dengan pertimbangan kemanusiaan, pihak Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta delapan syarikah layanan haji menyetujui adanya fleksibilitas. Pasangan terpisah kini dapat digabungkan dalam satu hotel tanpa mempersoalkan perbedaan syarikah. Penyesuaian akan dilakukan termasuk pada kartu Nusuk.
“Dengan pertimbangan kemanusiaan, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bersama delapan syarikah penyedia layanan bagi jemaah haji Indonesia telah menyetujui agar pasangan yang terpisah dapat digabungkan dalam satu hotel, tanpa mempersoalkan perbedaan syarikah, dan akan melakukan penyesuaian kartu Nusuk-nya,” tegas Muchlis.
Ketua Kloter diminta segera mendata jemaah yang termasuk dalam kategori pasangan terpisah. Data tersebut harus mencantumkan nama dan identitas syarikah masing-masing dan diserahkan ke sektor untuk ditindaklanjuti oleh Daerah Kerja (Daker) Makkah.
“Bagi jemaah yang sudah berhasil bergabung dengan pasangannya namun belum melapor secara resmi, agar melapor kepada Ketua Kloter untuk diteruskan ke sektor Daker Makkah,” ujar Muchlis.
Ia menekankan bahwa pelaporan ini penting agar keberadaan mereka tercatat oleh syarikah. Hal ini akan menghindari kendala saat pergerakan jemaah dari Makkah ke Arafah pada 8 Dzulhijjah 1446 H.
Untuk mempercepat proses, Ketua PPIH meminta Kepala Daker Makkah dan seluruh Kepala Sektor menunjuk penanggung jawab khusus. Tugasnya adalah memastikan koordinasi berjalan lancar dan setiap laporan ditindak cepat.
“Proses penggabungan kembali jemaah yang terpisah agar diselesaikan dalam waktu maksimal 1x24 jam setelah kedatangan di Makkah,” tandasnya.
Sejak 10 Mei 2025, jemaah gelombang I yang sebelumnya menetap di Madinah mulai diberangkatkan ke Makkah. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 120 kloter dengan 47.014 jemaah telah tiba dari Madinah.
Mulai hari ini, Makkah juga mulai menerima kedatangan jemaah dari gelombang II yang langsung mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah. Sampai Sabtu malam, terdapat 14 kloter dengan total sekitar 5.300 jemaah yang tiba di Makkah. Gelombang kedatangan ini akan berlangsung hingga 31 Mei 2025.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
