Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 13.00 WIB

Tips Sehat Jelang 2 Minggu Keberangkatan Haji: Hindari Lelah, Kurangi Manis, dan Minum Oralit

TAWAF: Masjidilharam kembali dipadati jamaah haji dari berbagai negara. Mereka baru saja menyelesaikan nafar awal  atau melempar jumrah pada 10-12 Zulhijah. - Image

TAWAF: Masjidilharam kembali dipadati jamaah haji dari berbagai negara. Mereka baru saja menyelesaikan nafar awal atau melempar jumrah pada 10-12 Zulhijah.

JawaPos.com – Kurang dari 16 hari lagi, tepatnya pada 2 Mei 2025, kloter pertama jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan ke Arab Saudi. Satu hari sebelumnya, yakni 1 Mei 2025, seluruh jemaah dijadwalkan mulai memasuki asrama haji.

Menjelang momen tersebut, Ketua Tim Kesehatan Haji, Liliek Merhaendro Susilo, membagikan sederet tips kesehatan agar kondisi jemaah tetap prima saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dalam Bimbingan Teknis Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2025 yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (16/4), Liliek menekankan pentingnya memulai gaya hidup sehat dari sekarang.

Langkah-langkah sederhana seperti olahraga ringan dan mengatur pola makan, menurutnya, bisa berdampak besar pada kebugaran jemaah saat beribadah nanti.

“Mulai sekarang, biasakan aktivitas fisik ringan. Jalan kaki 30 menit setelah subuh itu sudah cukup untuk melatih tubuh,” katanya.

Selain olahraga, ia juga mengimbau jemaah untuk menjaga asupan makan dan cairan tubuh. Liliek menyarankan agar para calon haji mengurangi konsumsi manis, asin, dan lemak, serta membiasakan minum air putih minimal 2 liter per hari.

“Terutama bagi jemaah yang sudah punya penyakit bawaan seperti hipertensi atau diabetes, pola makan sehat itu wajib,” ujarnya.

Untuk menjaga hidrasi tubuh, Liliek juga menyarankan agar jemaah mulai mengenal dan menggunakan oralit atau garam rehidrasi sejak di Tanah Air. Ini penting sebagai bekal menghadapi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.

“Oralit bisa diminum sehari sekali saat di rumah. Di sana nanti kami siapkan ribuan saset di KKHI untuk keperluan 70 hari,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak terlalu aktif secara fisik di Tanah Suci, terutama saat siang hari. “Kalau sudah umrah wajib, jemaah risti disarankan istirahat saja di hotel, salatnya cukup di kamar. Baru nanti keluar lagi kalau sudah segar,” katanya.

Liliek bahkan menyarankan perlengkapan pribadi seperti topi, kacamata hitam, masker, dan semprotan air untuk dibawa saat keluar hotel agar jemaah tetap terlindungi dari panas menyengat. Dan yang tak kalah penting, jangan lupa minum air setelah aktivitas di luar, serta konsumsi oralit untuk menghindari dehidrasi.

“Kalau kita menjaga dari sekarang, insya Allah saat masuk asrama 1 Mei nanti, tubuh sudah lebih siap. Karena ibadah haji bukan hanya butuh niat, tapi juga butuh tenaga,” pungkasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore