Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 28 Maret 2025 | 19.56 WIB

Jelang Libur Lebaran Kuota Haji Reguler Tersisa 14.631 Kursi, Waktu Pelunasan Sampai 17 April

Pengecekan bumbu nusantara untuk katering haji 2025. (Humas BPKH). - Image

Pengecekan bumbu nusantara untuk katering haji 2025. (Humas BPKH).

JawaPos.com - Libur lebaran 2025 sudah di depan mata. Jelang libur lebaran, jumlah pelunasan biaya haji reguler masih cukup ramai. Saat libur nasional momen lebaran atau Idul Fitri nanti, otomatis pelunasan biaya haji reguler juga libur. Karena mengikuti jam operasional bank penerima setoran (BPS). 

Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan satu hari sebelum jeda libur lebaran, tercatat 188.689 jemaah reguler lunasi biaya haji. Hal ini ditegaskan Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhammad Zain pada hari ketiga untuk tahap II pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) Reguler 2025.

Dia mengatakan tahap II pelunasan biaya haji reguler dibuka dari 24 Maret - 17 April 2025. Tahap ini dibuka karena pada fase pertama baru 164.532 kuota yang terisi. Padahal, Indonesia tahun ini mendapat 221.000 kuota haji. Terdiri atas 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus.

"Hari ini (27/3) ada 5.405 jemaah yang melunasi biaya haji reguler sehingga total ada 188.689 kuota yang sudah terisi," kata Zain dalam keterangannya di Jakarta pada Rabu (26/3) malam. Dia lantas merinci sebanyak 5.405 jamaah yang melunasi pada 27 Maret. Terdiri atas 2.113 jamaah berhak lunas tahap II dan 3.292 jamaah yang awalnya berstatus cadangan. "Selain itu, ada 1.368 Petugas Haji Daerah yang sudah melunasi," kata M Zain.

Dia menambahkan, saat ini hanya dua provinsi dengan tingkat pelunasan jemaah reguler di bawah 80 persen. Yaitu Jakarta 78,03 persen dan Gorontalo 75 persen.

Kemudian ada 11 provinsi dengan tingkat pelunasan di atas 90 persen. Yaitu Aceh (90,04 persen), Bengkulu (92,27 persen), Jawa Tengah (91,09 persen), Bali (93,91 persen), Kalimantan Tengah (95,11 persen), Kalimantan Selatan (95,79 persen), Sulawesi Selatan (91,61 persen), Sulawesi Tenggara (90,30 persen), Bangka Belitung (94,97 persen), Sulawesi Barat (91,94 persen), dan Kalimantan Utara (90,80 persen).

Sesuai Keputusan Menteri Agama 142/2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Cara Pengisian Kuota Haji Reguler dan Pelaksanaan Pembayaran Pelunasan Bipih Reguler 2025, kriteria jemaah berhak lunas tahap II adalah jamaah haji reguler yang saat pelunasan tahap sebelumnya mengalami kegagalan sistem. Kemudian jamaah Haji Reguler pendamping Jemaah Haji Reguler lanjut usia. Lalu jamaah haji reguler terpisah dengan mahram atau keluarga. Berikutnya jamaah haji reguler pendamping penyandang disabilitas. Serta jamaah haji reguler cadangan. 

Sementara itu Pemerintah berusaha menghadirkan katering bercitarasa lokal, dengan mengirimkan 475 ton bumbu khas nusantara. Pengiriman bumbu nusantara ini dilakukan oleh BPKH Limited. Volume bumbu yang dikirim itu, naik 625 persen dibandingkan pengiriman bumbu nusantara tahun lalu. Ratusan ton bumbu itu digunakan di dapur-katering jemaah haji di Mekah dan Madinah. 

Proyek pengiriman bumbu nusantara itu merupakan hasil seleksi ketat terhadap produsen bumbu Indonesia yang telah dilakukan sejak November 2024 lalu. Dari hasil seleksi tersebut, tujuh produsen bumbu terpilih untuk menyediakan 22 jenis bumbu khas Indonesia. Seperti bumbu nasi goreng, semur, gulai, rendang, tumis, balado, dan lain-lain.

Mudir (pimpinan) BPKH Limited Sidiq Haryono menyampaikan inisiatif pengiriman bumbu nusantara itu, bertujuan untuk memberikan cita rasa makanan yang lebih familiar bagi jemaah haji Indonesia. Sehingga mereka dapat menikmati makanan yang sesuai dengan selera. 

"Dengan makanan yang lebih sesuai dengan lidah mereka, stamina dan semangat jemaah dalam menjalankan ibadah haji diharapkan tetap terjaga," ujar Sidiq dalam keterangannya Jumat (28/3).

Di bagian lain, Mudir BPKH Limited lainnya Iman Ni'matullah mengungkapkan bahwa jumlah bumbu yang didatangkan dari Indonesia meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun lalu, jumlah bumbu yang kami distribusikan hanya 76 ton. Tahun ini meningkat menjadi 475 ton, atau naik sebesar 625 persen. "Ini menunjukkan tingginya kebutuhan akan bumbu khas Indonesia di dapur-dapur penyedia konsumsi jemaah haji," jelasnya.

Lebih dari sekadar meningkatkan kualitas konsumsi jemaah, inisiatif bisnis ini juga membawa manfaat finansial bagi penyelenggaraan ibadah haji. Seluruh keuntungan yang diperoleh dari pemenuhan kebutuhan bumbu ini akan dikembalikan sebagai nilai manfaat keuangan haji. Serta digunakan untuk mendukung pelaksanaan ibadah haji tahun berikutnya.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) selaku induk dari BPKH Limites. Kemudian Kementerian Agama, Kantor Urusan Haji Jeddah, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, serta para importir di Arab Saudi.

Dapur-dapur penyedia makanan di Mekah dan Madinah menyambut baik inovasi penggunaan bumbu instan dari Indonesia. Selain memastikan cita rasa yang lebih terstandar, penggunaan bumbu pasta juga dinilai lebih efisien. Karena dapat mengurangi biaya tenaga kerja, listrik, dan bahan baku lainnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore