
Deretan bus pengantar jamaah haji Indonesia bergerak dari tenda pemondokan Mina menuiu hotel tempat menginap di Makkah, Selasa (18/6).
JawaPos.com - Pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) berakhir Rabu (19/6). Para jamaah haji dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, mulai meninggalkan Mina.
Mereka kembali menuju hotel di Makkah untuk melanjutkan prosesi ibadah fase akhir. Yakni, tawaf ifadah, sai, serta tawaf wada. Gelombang kepulangan jamaah Indonesia dari Mina sebenarnya berlangsung sejak Selasa (18/6). Jamaah yang mengambil nafar awal (mabit-lempar jumrah hingga 12 Zulhijah/18 Juni) kembali ke hotel terlebih dulu.
Kemarin (19/6) giliran para jamaah yang mengambil nafar tsani (mabit-lempar jumrah hingga 13 Zulhijah) yang meninggalkan Mina. Karena itu, saat ini tenda di Mina sudah banyak ditinggalkan jamaah.
Berdasar data PPIH Arab Saudi, mayoritas jamaah Indonesia memilih nafar awal. Mencapai 77 persen dari 213 ribu jamaah reguler. ”Sementara itu, jamaah yang mengambil nafar tsani atau mabit tiga malam sebesar 23 persen. Mereka tengah proses kembali ke hotel,” kata Kepala PPIH Arab Saudi Daker Makkah Khalilurrahman.
Penurunan jumlah jamaah juga terlihat di area jamarat yang menjadi pusat pelaksanaan lempar jumrah. Tidak banyak jamaah Indonesia yang beraktivitas.
Sementara itu, selama dua hari terakhir, penyelenggaraan ibadah haji 2024 dihebohkan dengan kabar banyaknya jemaah haji yang meninggal akibat cuaca panas yang ekstrem. Mayoritas adalah Jemaah haji kategori lansia yang memiliki penyakit bawaan.
Dilansir dari sejumlah kantor berita internasional, ratusan jemaah dari sejumlah negara wafat selama pelaksanaan puncak ibadah haji di Mina, yakni saat mabit (menginap) dan lontar jumrah di jamarat, pada hari tasyrik 10–13 Zulhijah. Mereka meninggal akibat cuaca ekstrem yang melanda selama beberapa hari terakhir. Menurut laporan AFP, 577 jemaah dari beberapa negara meninggal akibat heatstroke atau serangan panas berlebihan.
Lantas, bagaimana dengan jemaah haji Indonesia? Mengacu data Siskohat Kemenag, total 183 jemaah tanah air meninggal selama musim haji. Mulai di Madinah, Makkah, hingga fase puncak haji Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
Khusus di Mina, berdasar data laporan tim misi kesehatan PPIH Arab Saudi, tercatat ada 184 jemaah tanah air yang menjalani perawatan di tenda misi kesehatan haji di Mina. Dari jumlah itu, 12 orang mengalami heatstroke. Dua di antaranya akhirnya meninggal.
”Dua jemaah ini memiliki riwayat penyakit berat. Akibat heatstroke, penyakit mereka kembali kambuh. Kami sudah berusaha menangani, tapi mereka tak tertolong,” kata Kasi Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah Karmijono. (lyn/wan/ris/c19/oni)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
