Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Mei 2024 | 18.33 WIB

Pakai Fast Track, Jemaah Haji Tak Perlu Dicek Lagi di Madinah atau Jeddah

CEK LAPANGAN: Pengecekan layanan fast track Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (10/5). - Image

CEK LAPANGAN: Pengecekan layanan fast track Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (10/5).

Laporan dari Madinah: Aris Imam Masyhudi

JawaPos.com – Persiapan menyambut kedatangan calon jemaah haji (CJH) terus dikebut pengelola sejumlah asrama haji. Khususnya bagi asrama haji yang mulai menerima CJH hari ini (11/5).

Misalnya, yang dilakukan pengelola Asrama Haji Pondok Gede Jakarta. Sesuai jadwal pagi ini pukul 07.00 WIB, jemaah mulai masuk asrama.

Ketua PPIH Jakarta Pondok Gede (JKG) Cecep Khairul Anwar mengatakan, salah satu persiapan yang dikawal adalah layanan fast track di Terminal II Bandara Soekarno-Hatta. Dia menjelaskan, dengan layanan fast track tersebut, seluruh pelayanan keimigrasian kedatangan Arab Saudi dilakukan di Indonesia.

”Kesiapan fast track sangat urgen karena meliputi pemeriksaan visa dan biometrik,” ujarnya kemarin (10/5).

Cecep mengatakan, dengan adanya layanan fast track tersebut, jemaah tidak perlu lagi melakoni pemeriksaan imigrasi setiba di Madinah atau Jeddah. Nanti jemaah langsung naik bus, kemudian menuju ke hotel.

Cecep menyatakan, jika tanpa layanan fast track, jemaah capek dua kali. Pertama, capek melakoni penerbangan berjam-jam. Kemudian mengikuti proses imigrasi di bandara Saudi yang juga butuh waktu berjam-jam. Dikhawatirkan berpengaruh terhadap kesehatan jemaah saat menjalani ibadah.

Dia juga menjelaskan, tahun ini pemerintah Saudi menyiapkan personel pelayanan fast track mobile. Petugas itu nanti melihat di setiap kloter apakah ada lansia atau jemaah yang sulit untuk mobilitas. Petugas fast track mobile akan mendatangi jemaah yang kesulitan mobilitas itu. Dengan demikian, jemaah ini tidak perlu ikut antre mengikuti proses di fast track seperti yang lain.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab mengatakan, tahun ini layanan fast track diterapkan di Soekarno-Hatta, embarkasi Solo, dan embarkasi Surabaya. ”Total ada 128 ribuan jemaah yang mendapatkan fasilitas fast track ini,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk jemaah yang tidak mendapatkan fasilitas fast track, bus dari asrama haji akan masuk sampai mendekati pesawat terbang. Kemudian, jemaah keluar bus dan langsung masuk ke pesawat. Untuk layanan fast track, jemaah turun dari bus masuk ke terminal yang sudah disiapkan. Setelah itu baru masuk ke pesawat seperti biasanya.

Sementara itu, di pengujung lawatan ke Saudi, Menag Yaqut Cholil Qoumas meninjau persiapan layanan jemaah di Madinah. Seperti diketahui, penerbangan gelombang pertama jemaah haji mengambil rute dari tanah air menuju Madinah. Yaqut, antara lain, meninjau kesiapan layanan hotel dan dapur katering di Madinah. Yaqut melihat langsung kesiapan kamar di Hotel Emaar Elite yang berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi. Hotel itu memiliki kapasitas 1.400 jemaah.

Yaqut menilai layanan di hotel tersebut sudah baik. ”Saya lihat hotel untuk jemaah haji Indonesia representatif, bagus, dan bersih. Ini sesuai kontrak,” katanya. Termasuk layanan tambahan untuk menunjang keberadaan jemaah lansia.

Sementara itu, mulai musim haji 2024, Kemenag memberlakukan kebijakan pengurangan durasi masa tugas panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) di sejumlah bidang kerja. Jika biasanya PPIH bertugas selama 72 hari, tahun ini diperpendek dengan rata-rata 52 hari.

Menag Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, pengurangan itu didasarkan hasil evaluasi penyelenggaraan selama beberapa tahun terakhir serta masukan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore