Jemaah haji Indonesia menimbang koper bagasi mereka di hotel Meezab, Makkah, Arab Saudi, Rabu (11/6). (MCH 2025)
JawaPos.com – Menjelang fase pemulangan jemaah haji gelombang pertama ke Tanah Air, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mengeluarkan imbauan penting kepada seluruh jemaah, khususnya terkait kondisi cuaca ekstrem di Kota Makkah dan pentingnya menjaga stamina tubuh.
Imbauan ini disampaikan demi keselamatan dan kelancaran proses pemulangan yang telah dimulai sejak Rabu (11/6).
“Cuaca siang hari di Makkah masih mencapai 46 derajat Celsius. Kami mengimbau jemaah untuk tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunnah, terutama umrah sunnah berulang kali,” ujar Wakil Pengendali Teknis Bidang Media Center Haji (MCH) Akhmad Fauzin dalam konferensi pers di Makkah, Sabtu (14/6).
Fauzin menegaskan bahwa suhu tinggi ditambah aktivitas fisik berlebihan dapat berdampak serius pada kondisi kesehatan jemaah, terutama mereka yang lanjut usia, memiliki risiko kesehatan tinggi, atau baru pulih dari kelelahan puncak ibadah. Ia mengingatkan bahwa ibadah wajib sudah ditunaikan dan kesehatan harus menjadi prioritas menjelang perjalanan panjang ke tanah air.
“Tawaf Wada’ sebaiknya dilakukan pada waktu yang lebih sejuk, seperti pagi hari setelah Subuh atau malam hari. Jemaah juga diimbau tidak bepergian sendiri, tetap bersama rombongan demi keamanan,” tambahnya.
Selain menjaga kesehatan, PPIH juga memberikan perhatian khusus kepada jemaah pengguna Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Mereka diminta segera melapor kepada petugas setibanya di bandara Jeddah atau Madinah. Pelaporan ini penting untuk proses pengesahan SPLP ke Kementerian Haji Arab Saudi, sehingga kelancaran keimigrasian bisa terjaga.
“Perjalanan pulang memakan waktu yang cukup panjang. Maka menjaga kebugaran tubuh sangat penting. Hindari kelelahan, cukupi asupan cairan, dan perhatikan anjuran petugas,” kata Fauzin.
Hari ini, Sabtu (14/6), sebanyak 19 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan kembali ke Indonesia. Mereka berasal dari berbagai embarkasi seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, Solo, dan Medan. Pemulangan dilakukan secara bertahap melalui dua bandara utama, yakni King Abdul Aziz di Jeddah dan Amir Muhammad bin Abdul Aziz di Madinah.
Fauzin juga mengajak keluarga jemaah di Indonesia untuk membantu menyukseskan fase pemulangan ini dengan aktif menyebarkan informasi yang benar. Edukasi dari keluarga penting agar jemaah tidak terpancing informasi menyesatkan yang bisa mengganggu proses kepulangan.
“Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur dan dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing. Mari kita doakan bersama agar Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa Rabbun ghafur,” tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
