
Calon jemaah haji Indonesia terakhir yang akan bertolak dari Bir Ali menuju Makkah, Minggu (25/5). (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Ada ungkapan menarik yang disampaikan Ary Ginanjar Agustian saat merefleksikan pelaksanaan ibadah haji 2025. Pendiri ESQ Leadership Center yang juga menjadi jemaah haji tahun ini itu mengajak publik untuk tidak buru-buru mencela kekurangan teknis yang mungkin muncul. Ia mengajak masyarakat melihat dengan “mata lebah”, bukan “mata lalat”.
“Kalau lalat itu, ditaruh di meja makan pun akan mencari kotoran. Tapi lebah, sekalipun ditaruh di tempat sampah, tetap akan mencari sari bunga,” ujarnya di kantor Daker Madinah, Kamis, (12/6).
Ary hadir dalam forum bersama para tokoh nasional seperti Khatib Aam PBNU Akhmad Said Asrori, Ketua ICMI Arif Satria, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, dan Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar. Mereka semua merupakan bagian dari Amirul Hajj 2025. Ary sendiri tahun ini menjalani ibadah dengan kapasitas sebagai jemaah biasa.
Namun pengalamannya yang sudah 25 tahun mendampingi jemaah umrah dan haji membuatnya punya referensi untuk membandingkan. “Saya tahun 2013 pernah jadi anggota Amirul Hajj. Jadi tahu persis dinamika tahun-tahun sebelumnya. Dan saya lihat, tahun ini banyak kemajuan,” katanya.
Ary menilai, tujuan utama haji adalah melaksanakan rukun dan wajib haji. “Kalau main bola itu, targetnya adalah gol. Dan haji tahun ini berhasil meloloskan semua jemaah reguler ke Arafah. Itu rukun yang sah. Goal utama sudah tercapai,” ujarnya.
Namun, menurut Ary, keberhasilan itu masih kurang dihargai oleh sebagian pihak. Ia menyayangkan narasi di media sosial yang sering kali hanya menyoroti kekurangan. “Masalah pasti ada. Tapi mari lihat juga kebaikan yang sudah terjadi. Jangan semua dilihat dari lubang semut,” ujarnya lagi.
Ary mencontohkan beberapa perbaikan penting yang ia rasakan langsung saat berhaji tahun ini. Salah satunya adalah kondisi toilet dan kebersihan kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
“Kalau dulu, toilet di Arafah itu selalu jadi momok. Tapi kemarin, saya masuk dan terkejut. Bersih. Tidak bau. Rapi. Ini satu hal yang patut disyukuri,” tuturnya.
Ia juga menyebut rasa aman dan nyaman yang semakin terasa bagi jemaah Indonesia. Kehadiran petugas haji berjaket biru dengan bendera merah putih dinilai memberi ketenangan. “Dulu pakai gelang besi karena takut nyasar. Sekarang, setiap meter ada petugas. Rasa takut itu hilang,” kata Ary.
Toilet bersih, keteraturan di Mina, bahkan minimnya sampah dan bau tak sedap, menurutnya merupakan bukti bahwa sistem penyelenggaraan haji terus membaik dari tahun ke tahun.
“Kalau ada yang bilang haji tahun ini gagal, mungkin belum pernah berhaji sebelumnya. Atau hanya menilai dari tanah air. Tidak fair. Kita harus bandingkan dengan pengalaman langsung,” ujarnya menegaskan.
Di akhir pernyataannya, Ary menyerukan agar masyarakat menjaga rasa syukur. “Kalau kita bersyukur, Allah akan tambah nikmatnya. Tapi kalau kufur, azab-Nya pedih,” katanya mengutip ayat Alquran.
Ia juga menekankan bahwa haji adalah bagian dari rangkaian besar pengamalan Islam. “Haji adalah sublimasi dari lima rukun Islam, enam rukun iman, dan nilai ihsan. Saya menyebutnya 165. Dan kemabruran haji ditentukan bukan hanya oleh rukun yang dijalankan, tapi oleh nilai-nilai itu,” paparnya.
Dengan cara pandang tersebut, Ary berharap masyarakat lebih bijak menyikapi penyelenggaraan haji. “Mari kita lihat dengan mata lebah. Banyak kemajuan yang belum terangkat oleh media. Mari kita jaga dan tingkatkan bersama-sama,” tutupnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
