
Jemaah haji Indonesia duduk duduk di area luar tenda usai salat subuh di Arafah, Kamis (5/6) pagi. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)
JawaPos.com – Rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi terus dimatangkan. Sejumlah investor sudah menyatakan minat untuk terlibat, sementara pemerintah Indonesia menyiapkan skema kerja sama government to government (G2G) agar proyek ini memberi manfaat lebih luas, tidak hanya di sektor haji, tapi juga kerja sama strategis antarnegara.
Rencana besar ini menjadi bagian dari agenda diplomasi Presiden Prabowo Subianto, yang dijadwalkan akan bertemu Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), pada awal Juli mendatang.
Pertemuan tersebut akan menjadi momen penting untuk membawa bahan dan masukan yang telah dihimpun di lapangan oleh tim Amirul Hajj, termasuk Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendi saat ini.
“Kami masih menunggu pertemuan Presiden Prabowo dengan Pangeran MBS. Bahan-bahan yang kami temukan di lapangan akan jadi masukan untuk beliau,” ujar Muhadjir di Jeddah, Selasa (10/6).
Menurut Muhadjir, skema kerja sama yang ditawarkan tidak bersifat business to business (B2B), melainkan G2G agar kerja sama bilateral ini juga memperkuat hubungan politik dan ekonomi antarnegara.
“Kami harapkan ini memperkuat kerja sama yang lebih luas, bukan hanya soal haji. Karena itu kami tidak menggunakan skema B2B,” jelasnya.
Minat terhadap proyek ini terbilang tinggi. Sedikitnya ada lebih dari tiga calon investor, sebagian besar dari Arab Saudi. Namun Muhadjir membuka peluang agar pendanaan juga berasal dari Indonesia, termasuk dari institusi seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Danareksa.
“Pemerintah kita juga mungkin bisa membiayai. Apalagi sesuai arahan Presiden, kita ingin ada nilai tambah, terutama dari sisi ekonomi,” ucap Muhadjir.
Ia menambahkan bahwa haji memiliki dimensi ekonomi yang dapat dikembangkan. Dalam ajaran Islam, aktivitas jual beli dan interaksi ekonomi selama haji tidak dilarang.
Karena itu, pemerintah melihat peluang untuk menjadikan Kampung Haji sebagai pusat logistik, transaksi, dan pelayanan terintegrasi jemaah Indonesia.
“Momentum haji bisa dimanfaatkan untuk membangun ekosistem ekonomi global umat Islam. Bahkan bisa menjadi pusat transaksi tahunan antarnegara Islam,” katanya.
Jika terwujud, Kampung Haji akan menjadi lompatan besar dalam pengelolaan jemaah haji Indonesia. Tak hanya menyediakan pemondokan, fasilitas kesehatan, dan katering, kawasan ini juga bisa menjadi pusat edukasi, budaya, dan diplomasi lunak Indonesia di jantung dunia Islam.
Meski belum ada tenggat resmi, Presiden Prabowo disebut sangat serius dan ingin mempercepat realisasi proyek ini. Kunjungan yang dijadwalkan Juli mendatang adalah lanjutan dari rencana yang sempat tertunda sejak Maret.
“Beliau sudah ingin berkunjung sejak Maret. Mudah-mudahan awal Juli nanti bisa terealisasi,” kata Muhadjir.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
