Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 7 Juni 2025 | 17.09 WIB

Jumlah Jemaah Haji Wafat Turun Tajam, Menag: Bukti Pelayanan dan Mitigasi Lebih Baik

Menteri Agama Nasaruddin Umar dan anggota Amirul Hajj Taruna Ikrar (kiri) saat menjenguk pasien di KKHI Makkah, Selasa (3/6). (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com) - Image

Menteri Agama Nasaruddin Umar dan anggota Amirul Hajj Taruna Ikrar (kiri) saat menjenguk pasien di KKHI Makkah, Selasa (3/6). (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Di tengah rangkaian puncak ibadah haji yang penuh tantangan, angka kematian jemaah haji Indonesia tahun ini menunjukkan penurunan signifikan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa tren tersebut mencerminkan peningkatan kualitas pelayanan dan efektivitas mitigasi risiko yang dijalankan sepanjang Armuzna.

Hingga Jumat malam, (6/6) pukul 19.30 waktu Arab Saudi atau sekitar pukul 23.30 WIB, jumlah jemaah wafat tercatat sebanyak 162 orang, terdiri dari 102 laki-laki dan 60 perempuan. Dari jumlah itu, 12 wafat di Arafah dan satu di Mina.

Angka ini jauh lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai hampir 461 jemaah, dan tahun 2003 yang bahkan mendekati 775 jemaah.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penurunan ini merupakan hasil nyata dari perbaikan layanan dan kerja sama lintas pihak.

“Jumlah kematian pun juga bisa ditekan dari peristiwa yang sama pada tahun yang lalu. Tadi sekitar 150 orang, mudah-mudahan tidak bertambah,” ungkapnya saat ditemui di Jamarat, Jumat (6/6).

Dia juga memberikan apresiasi kepada pihak Arab Saudi yang memberi keistimewaan pada Indonesia. Menurutnya, itu memberikan sumbangsi turunnya angka kematian.

“Kita berterima kasih kepada pemerintah Saudi Arabia yang memberikan keistimewaan kepada Indonesia. Ambulans-ambulans Indonesia juga bisa masuk,” ujar Nasaruddin.

Keistimewaan ini tidak diberikan kepada semua negara. Dalam fase Armuzna, otoritas Saudi membatasi akses ambulans hanya untuk kendaraan mereka.

Namun, Indonesia mendapat dispensasi khusus setelah menyodorkan kesiapan sistem dan data pendukung yang kuat.

Selain ambulans, ribuan tenaga kesehatan dan skema safari wukuf, yakni ibadah wukuf dengan fasilitas bus bagi jemaah sakit atau risiko tinggi, juga ikut menunjang keselamatan jemaah.

"Kami tidak ingin sekadar mengantar jemaah ke Arafah, tapi memastikan mereka bisa menjalani puncak ibadah dengan aman dan layak," lanjutnya.

Data menunjukkan bahwa dari 2.032 jemaah yang mendaftar program safari wukuf, sebanyak 500 berhasil diberangkatkan menggunakan 16 bus.

Sisanya dirujuk ke rumah sakit atau kembali ke sektor masing-masing karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Nasruddin juga menekankan pentingnya edukasi kepada jemaah agar tidak memaksakan diri saat fase kritis seperti lempar jumrah di Mina.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore