Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Juni 2025 | 06.56 WIB

Dari Arafah untuk Dunia: KH Said Asrori Serukan Ukhuwah dan Cinta Tanah Air

 

Anggota Amirul Hajj KH. Ahmad Said Asrori yang menjadi khatib di Arafah. (Dhimas Ginanjar/JawaPos.com)

JawaPos.com – Puncak ibadah haji berlangsung khidmat di Padang Arafah, Kamis (5/6) atau 9 Zulhijah 1446 H. Jutaan jemaah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, berkumpul di tempat yang disebut sebagai miniatur Mahsyar ini.

Mereka menanggalkan status sosial, berpakaian putih yang sama, dan menengadahkan tangan memohon ampun serta berkah kepada Sang Pencipta.

Di tengah suasana hening dan khusyuk itu, KH Ahmad Said Asrori, Anggota Amirul Hajj sekaligus Katib Am Syuriah PBNU, menyampaikan khutbah wukuf dari tenda Misi Haji Indonesia. Tema yang diangkat tahun ini sangat relevan: Wukuf di Arafah: Meneguhkan Persaudaraan dan Semangat Kebangsaan.

“Hari ini adalah hari yang dinanti oleh jutaan umat Islam. Semua bersimpuh dan bermunajat di hadapan Allah untuk meraih ampunan dan ridha-Nya. Lantunan talbiyah bergema memenuhi langit-langit Arafah,” ujar KH Said membuka khutbah.

Ia menyebut Arafah sebagai simbol kesetaraan sejati. Di sinilah, lanjutnya, manusia belajar melepas atribut duniawi dan menyadari bahwa tak ada keutamaan selain takwa.

“Tak ada keistimewaan orang Arab atas non-Arab, putih atas hitam, atau kaya atas miskin. Semua sama di hadapan Allah.”

KH Said juga menekankan pentingnya persaudaraan seiman, sebangsa, dan sekemanusiaan. Pesan Nabi Muhammad SAW yang dikutip dalam khutbah menjadi penegas bahwa ukhuwah sejati harus dibangun tanpa syarat, tanpa basa-basi.

“Persaudaraan yang sejati adalah yang penuh empati, yang tak menyakiti, tak mengkhianati, dan tak menzalimi,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengajak para jemaah untuk menjadikan wukuf sebagai momentum memperkuat cinta tanah air. Dalam konteks Indonesia sebagai bangsa besar yang majemuk, seruan persatuan di Arafah menjadi relevan dan menguatkan.

“Mari jadikan keragaman bangsa sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia menjadi negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” katanya.

Dalam suasana puncak ibadah haji itu, KH Said juga menyerukan pentingnya beristighfar dan berdoa. Arafah, katanya, adalah tempat terbaik untuk memohon ampunan atas segala dosa: kepada sesama manusia, kepada alam, dan kepada Allah. Ia pun mengutip sabda Nabi Muhammad SAW bahwa doa terbaik adalah doa di hari Arafah.

“Semoga wukuf kita, dan doa-doa yang kita panjatkan diterima Allah. Semoga kita menjadi pribadi luhur yang mampu membawa nilai-nilai kemanusiaan, spiritualitas, dan semangat kebangsaan dalam kehidupan setelah haji,” pungkasnya.

Khutbah ini diikuti langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar, para pejabat haji Indonesia, serta para tokoh nasional yang tergabung dalam Misi Haji Indonesia. Suasana tenda penuh keheningan dan haru, menandai sebuah ibadah yang tak hanya sakral, tetapi juga penuh makna kebangsaan. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore