Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 22.06 WIB

11 Hari Jelang Wukuf, Kemenag Pastikan Data Jemaah Fix dan Minta Lapor jika Pindah Hotel

Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) membantu calon haji yang menggunakan kursi roda di terminal Shib Amir Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (21/5). (Andika/MCH 2025) - Image

Petugas Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) membantu calon haji yang menggunakan kursi roda di terminal Shib Amir Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (21/5). (Andika/MCH 2025)

JawaPos.com – Persiapan menuju puncak haji atau Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) memasuki fase penting. Dengan waktu sekitar 11 hari menuju wukuf yang diperkirakan jatuh pada 5 atau 6 Juni 2025, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus mengoptimalkan sinkronisasi data demi memastikan semua jemaah haji Indonesia terlayani dengan baik.

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief mengatakan, fokus utama saat ini adalah mengamankan data yang sempat bergeser sejak awal keberangkatan.

“Data awal di lapangan banyak bergeser. Itu harus bisa kami capture kembali jadi data fix. Kami harus tahu berapa jumlah jemaah di hotel, maktabnya mana, lokasi di Arafah mana, serta layanan syarikahnya apa saja,” ujar Hilman di Jeddah, Jumat malam (23/5).

Hilman menjelaskan, dinamika data terjadi karena sejumlah faktor, mulai dari perubahan peserta di embarkasi akibat sakit atau batal berangkat, hingga keterlambatan visa. Akibatnya, sempat terjadi rekomposisi yang memengaruhi penyusunan ulang daftar jemaah di Makkah.

“Namun insya Allah, semua itu bisa kami tuntaskan. Setelah data fix, kami bisa masuk ke mekanisme pergerakan menuju Arafah,” jelasnya.

Sebanyak delapan perusahaan syarikah yang menjadi penyedia layanan tahun ini dilibatkan penuh untuk melayani sekitar 203 ribu jemaah haji Indonesia. Hilman memastikan, Kemenag dan PPIH akan menyiapkan ritme pergerakan secara detail selama 24 jam. 

Tujuannya, agar semua jemaah bisa diberangkatkan menuju Arafah tepat waktu dan diterima di tenda-tenda yang sudah dialokasikan sesuai kelompok mereka. “Kami ingin memberikan kepastian dan layanan terbaik,” tegasnya.

Selain itu, Hilman mengingatkan adanya temuan soal jemaah yang berpindah hotel secara mandiri, misalnya untuk bergabung dengan suami, istri, atau pendamping lansia. Hal ini, kata dia, sebenarnya tidak diperbolehkan jika tanpa melapor kepada petugas.

“Sebagian ada yang sudah melaporkan diri, sebagian belum. Kami mohon betul, jemaah yang berinisiatif sendiri berpindah jangan sembarangan. Tetap harus lapor agar didata,” tandas Hilman.

Menurut dia, pelaporan penting agar tidak ada jemaah yang tercecer saat pergerakan puncak haji nanti. Kemenag ingin memastikan semua jemaah yang sudah sampai ke Tanah Suci ikut terangkut ke Arafah.

“Tidak boleh ada yang tertinggal. Semua akan kami cek ulang dan kunci datanya supaya tidak terjadi masalah saat pergerakan besar nanti,” jelasnya.

Hingga Sabtu (24/5) pukul 11.00 WAS atau sekitar pukul 15.00 WIB, data Siskohat mencatat sudah ada 139.783 jemaah haji Indonesia yang berada di Makkah. Jumlah ini akan terus bertambah seiring kedatangan jemaah gelombang kedua.

Hilman juga mengingatkan, rangkaian puncak haji bukan hanya soal pergerakan fisik, tapi juga kesiapan mental dan koordinasi lintas sektor. Ia menegaskan bahwa Kemenag terus menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Haji Arab Saudi, para syarikah, serta tim layanan di lapangan untuk memastikan tidak ada yang terlewat.

Sebagai informasi, jadwal pelaksanaan puncak haji sudah disusun secara rinci. Pada 1 Juni 2025 (5 Dzulhijjah), layanan bus shalawat akan dihentikan sementara. Lalu pada 2 Juni, jemaah safari wukuf khusus mulai menuju hotel transit. Pada 4 Juni (8 Dzulhijjah), jemaah mulai didorong ke Arafah, dengan wukuf berlangsung 5 Juni (9 Dzulhijjah).

Selepas Maghrib, jemaah akan bergerak ke Muzdalifah atau langsung murur (melintas) menuju Mina. Selanjutnya, 6 Juni (10 Dzulhijjah), mereka melaksanakan lempar jumrah aqabah dan tahalul, lalu mabit di Mina hingga hari-hari tasyrik.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore