Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 16 Mei 2025 | 10.41 WIB

Bupati Gresik Akhmad Yani Usulkan Subsidi Kursi Roda untuk Haji Lansia Lewat APBD

Ilustrasi jemaah haji difabel yang menggunakan kursi roda. (Arab News)

JawaPos.com – Kebutuhan jemaah haji lansia dan berisiko tinggi tahun ini mendorong munculnya usulan kebijakan baru dari daerah. Salah satunya datang dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Pemerintah daerah mempertimbangkan pemberian subsidi untuk jasa pendorong kursi roda dan pembiayaan petugas medis tambahan melalui APBD.

Usulan ini disampaikan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang tahun ini bertugas sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) bersama jemaah asal Gresik di Arab Saudi.

Menurut dia, keterbatasan fisik sebagian jemaah lansia harus direspons dengan solusi konkret agar mereka tetap bisa beribadah secara nyaman dan layak.

“Kami ingin mengupayakan agar ke depan, layanan pendorong kursi roda bisa disubsidi lewat APBD. Ini penting, terutama bagi jemaah lansia dan yang membutuhkan bantuan khusus,” ujar Fandi saat ditemui di Madinah, Rabu (15/5).

Ia menyebut jumlah jemaah haji asal Gresik pada musim haji 2025 mencapai 2.139 orang. Sebagian di antaranya merupakan lansia dan kelompok risiko tinggi (risti).

Dalam pelaksanaan ibadah haji, kelompok ini memerlukan pendampingan ekstra, terutama saat menjalani thawaf dan sai di Masjidil Haram, yang bisa memakan waktu dan tenaga.

Layanan resmi di Masjidil Haram, biaya sewa kursi roda atau skuter untuk tawaf dan sai sebelum wukuf adalah SAR 250 (sekitar Rp 1,1 juta). Sementara itu, tarif untuk tawaf ifadah dan sai pasca wukuf lebih mahal, yaitu SAR 500 hingga 600 (sekitar Rp 2,2–2,7 juta).

Fandi menegaskan, kebijakan semacam ini bisa diwujudkan dengan kolaborasi antardaerah dan lintas instansi.

“Tidak harus hanya dari pemda. Kita bisa libatkan Baznas, CSR, dan dukungan swasta. Yang penting layanan kepada jemaah harus maksimal,” ucapnya.

Selain subsidi kursi roda, Pemkab Gresik juga berencana menambah personel pendamping medis yang bisa dibiayai lewat APBD. Dia menilai, kebutuhan ini penting karena petugas kesehatan dari kloter sering kewalahan menghadapi kondisi risti.

“Saya melihat langsung, banyak jemaah lansia yang memerlukan bantuan lebih. Dengan tambahan petugas medis, respons akan lebih cepat dan menyeluruh,” imbuhnya.

Kehadiran Fandi sebagai PHD di tengah jemaah haji dari Gresik menjadi momen penting dalam mengevaluasi langsung kebutuhan riil jemaah di lapangan. Ia mengaku mendapat banyak masukan dari jemaah maupun petugas.

“Saya bisa mendengar langsung keluhan dan kebutuhan mereka. Ini yang ingin kami jadikan masukan untuk kebijakan ke depan. Nanti akan kami bicarakan dengan DPRD,” katanya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore