Ilustrasi jemaah haji difabel yang menggunakan kursi roda. (Arab News)
JawaPos.com – Kebutuhan jemaah haji lansia dan berisiko tinggi tahun ini mendorong munculnya usulan kebijakan baru dari daerah. Salah satunya datang dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Pemerintah daerah mempertimbangkan pemberian subsidi untuk jasa pendorong kursi roda dan pembiayaan petugas medis tambahan melalui APBD.
Usulan ini disampaikan langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, yang tahun ini bertugas sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) bersama jemaah asal Gresik di Arab Saudi.
Menurut dia, keterbatasan fisik sebagian jemaah lansia harus direspons dengan solusi konkret agar mereka tetap bisa beribadah secara nyaman dan layak.
“Kami ingin mengupayakan agar ke depan, layanan pendorong kursi roda bisa disubsidi lewat APBD. Ini penting, terutama bagi jemaah lansia dan yang membutuhkan bantuan khusus,” ujar Fandi saat ditemui di Madinah, Rabu (15/5).
Ia menyebut jumlah jemaah haji asal Gresik pada musim haji 2025 mencapai 2.139 orang. Sebagian di antaranya merupakan lansia dan kelompok risiko tinggi (risti).
Dalam pelaksanaan ibadah haji, kelompok ini memerlukan pendampingan ekstra, terutama saat menjalani thawaf dan sai di Masjidil Haram, yang bisa memakan waktu dan tenaga.
Layanan resmi di Masjidil Haram, biaya sewa kursi roda atau skuter untuk tawaf dan sai sebelum wukuf adalah SAR 250 (sekitar Rp 1,1 juta). Sementara itu, tarif untuk tawaf ifadah dan sai pasca wukuf lebih mahal, yaitu SAR 500 hingga 600 (sekitar Rp 2,2–2,7 juta).
Fandi menegaskan, kebijakan semacam ini bisa diwujudkan dengan kolaborasi antardaerah dan lintas instansi.
“Tidak harus hanya dari pemda. Kita bisa libatkan Baznas, CSR, dan dukungan swasta. Yang penting layanan kepada jemaah harus maksimal,” ucapnya.
Selain subsidi kursi roda, Pemkab Gresik juga berencana menambah personel pendamping medis yang bisa dibiayai lewat APBD. Dia menilai, kebutuhan ini penting karena petugas kesehatan dari kloter sering kewalahan menghadapi kondisi risti.
“Saya melihat langsung, banyak jemaah lansia yang memerlukan bantuan lebih. Dengan tambahan petugas medis, respons akan lebih cepat dan menyeluruh,” imbuhnya.
Kehadiran Fandi sebagai PHD di tengah jemaah haji dari Gresik menjadi momen penting dalam mengevaluasi langsung kebutuhan riil jemaah di lapangan. Ia mengaku mendapat banyak masukan dari jemaah maupun petugas.
“Saya bisa mendengar langsung keluhan dan kebutuhan mereka. Ini yang ingin kami jadikan masukan untuk kebijakan ke depan. Nanti akan kami bicarakan dengan DPRD,” katanya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
