
PPIH Kaseksus Masjid Nabawi Surnadi. (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)
JawaPos.com – Salah satu istilah penting yang perlu dipahami jemaah haji saat berada di Madinah adalah tasreh. Istilah ini merujuk pada surat izin resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi bagi jemaah haji atau umrah yang ingin mengunjungi Raudhah, sebuah lokasi suci di Masjid Nabawi yang disebut oleh Nabi Muhammad SAW sebagai taman surga.
Raudhah terletak di antara mimbar dan makam Nabi. Tempat ini menjadi incaran jutaan jemaah dari seluruh dunia karena dipercaya sebagai lokasi yang mustajab untuk berdoa dan memiliki keutamaan luar biasa dalam ibadah.
Namun karena luasnya terbatas, akses masuk ke Raudhah diatur sangat ketat. Tanpa tasreh, jemaah tidak diizinkan memasuki area tersebut. Bahkan, petugas keamanan Masjid Nabawi bisa langsung mencegah jemaah yang mencoba masuk tanpa izin resmi ini.
Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi, Surnadi, menegaskan bahwa jemaah haji Indonesia tidak perlu mengurus tasreh secara mandiri. Seluruh proses dijalankan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, yang bekerja sama dengan petugas kloter dan ketua rombongan.
“Petugas akan membagikan tasreh kepada ketua rombongan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jemaah tinggal menunggu informasi dari petugas kloter,” ujar Surnadi saat ditemui di Pos Sektor Khusus Masjid Nabawi.
Tasreh tidak diberikan dalam bentuk digital atau aplikasi. Dokumen ini berupa lembaran kertas yang memuat data jumlah jemaah, waktu kunjungan, serta jalur antrean yang harus diikuti. Tasreh hanya berlaku pada waktu yang telah ditentukan, dan tidak bisa digunakan ulang atau di luar jadwal.
Surnadi mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri mendekati Raudhah sebelum dijadwalkan. Hal ini tidak hanya mengganggu alur antrean, tetapi juga bisa menimbulkan kepadatan yang menyulitkan pengaturan arus masuk.
Dengan arus kedatangan jemaah yang terus meningkat, hingga 8 Mei 2025 pukul 10.00 WAS, tercatat 125 kloter atau sekitar 48.628 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah. Total akan ada 525 kloter Indonesia yang diberangkatkan tahun ini dengan jumlah calon jemaah haji 203.320.
Tasreh menjadi solusi agar seluruh jemaah mendapatkan kesempatan masuk ke Raudhah secara adil dan terjadwal. Sistem ini tidak hanya berlaku untuk jemaah Indonesia, tapi juga untuk jemaah dari berbagai negara lain yang mengikuti prosedur serupa.
Dengan mengikuti arahan petugas, bersabar menunggu jadwal, dan tidak melanggar aturan, setiap jemaah akan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke taman surga ini.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
