Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 21.18 WIB

Apa Itu Tasreh Masuk Raudhah? Ini Penjelasan Lengkap dan Cara Jemaah Haji Indonesia Mendapatkannya

PPIH Kaseksus Masjid Nabawi Surnadi. (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos) - Image

PPIH Kaseksus Masjid Nabawi Surnadi. (Dhimas Ginanjar/Jawa Pos)

JawaPos.com – Salah satu istilah penting yang perlu dipahami jemaah haji saat berada di Madinah adalah tasreh. Istilah ini merujuk pada surat izin resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi bagi jemaah haji atau umrah yang ingin mengunjungi Raudhah, sebuah lokasi suci di Masjid Nabawi yang disebut oleh Nabi Muhammad SAW sebagai taman surga.

Raudhah terletak di antara mimbar dan makam Nabi. Tempat ini menjadi incaran jutaan jemaah dari seluruh dunia karena dipercaya sebagai lokasi yang mustajab untuk berdoa dan memiliki keutamaan luar biasa dalam ibadah.

Namun karena luasnya terbatas, akses masuk ke Raudhah diatur sangat ketat. Tanpa tasreh, jemaah tidak diizinkan memasuki area tersebut. Bahkan, petugas keamanan Masjid Nabawi bisa langsung mencegah jemaah yang mencoba masuk tanpa izin resmi ini.

Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi, Surnadi, menegaskan bahwa jemaah haji Indonesia tidak perlu mengurus tasreh secara mandiri. Seluruh proses dijalankan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, yang bekerja sama dengan petugas kloter dan ketua rombongan.

“Petugas akan membagikan tasreh kepada ketua rombongan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jemaah tinggal menunggu informasi dari petugas kloter,” ujar Surnadi saat ditemui di Pos Sektor Khusus Masjid Nabawi.

Tasreh tidak diberikan dalam bentuk digital atau aplikasi. Dokumen ini berupa lembaran kertas yang memuat data jumlah jemaah, waktu kunjungan, serta jalur antrean yang harus diikuti. Tasreh hanya berlaku pada waktu yang telah ditentukan, dan tidak bisa digunakan ulang atau di luar jadwal.

Surnadi mengingatkan agar jemaah tidak memaksakan diri mendekati Raudhah sebelum dijadwalkan. Hal ini tidak hanya mengganggu alur antrean, tetapi juga bisa menimbulkan kepadatan yang menyulitkan pengaturan arus masuk.

Dengan arus kedatangan jemaah yang terus meningkat, hingga 8 Mei 2025 pukul 10.00 WAS, tercatat 125 kloter atau sekitar 48.628 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah. Total akan ada 525 kloter Indonesia yang diberangkatkan tahun ini dengan jumlah calon jemaah haji 203.320.

Tasreh menjadi solusi agar seluruh jemaah mendapatkan kesempatan masuk ke Raudhah secara adil dan terjadwal. Sistem ini tidak hanya berlaku untuk jemaah Indonesia, tapi juga untuk jemaah dari berbagai negara lain yang mengikuti prosedur serupa.

Dengan mengikuti arahan petugas, bersabar menunggu jadwal, dan tidak melanggar aturan, setiap jemaah akan mendapatkan kesempatan untuk masuk ke taman surga ini.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore