
Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemerintah terus berinovasi untuk memastikan ibadah haji berlangsung lancar, aman, dan manusiawi.
Tahun ini, Haji 2025 menjadi penanda sejarah baru dengan diterapkannya dua skema mobilitas jemaah secara bersamaan: murur dan tanazul.
Inovasi ini diungkap langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam acara Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (19/4).
“Kita terapkan murur dan tanazul sekaligus. Ini bukan sekadar teknis, tapi bagian dari strategi besar agar layanan jemaah semakin efektif dan nyaman,” jelas Menag.
Murur adalah skema pergerakan jemaah dari Arafah yang melintas di Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan, lalu langsung menuju Mina.
Ini dilakukan tanpa bermalam di Muzdalifah, namun tetap memenuhi syarat syariat. Skema ini sangat membantu mengurangi kepadatan dan risiko kelelahan, terutama bagi lansia dan jemaah risiko tinggi.
Sementara itu, tanazul memungkinkan sebagian jemaah untuk tidak menginap di tenda Mina, tetapi di hotel yang terletak dekat area Jamarat (lokasi lempar jumrah). Mereka tetap melaksanakan mabit, hanya dengan sistem yang lebih fleksibel dan nyaman.
Menag menegaskan bahwa penerapan murur dan tanazul sudah dikaji secara fikih dan disetujui oleh ormas-ormas besar seperti PBNU, Muhammadiyah, dan Persis, serta telah dikomunikasikan dengan otoritas Arab Saudi.
“Semua skema ini sah, dan justru memberi solusi saat kondisi ekstrem,” ujarnya.
Selain dua skema tersebut, Menag juga menyampaikan bahwa opsi transportasi kini lebih fleksibel. Jika sebelumnya hanya menggunakan Garuda dan Saudi Airlines, tahun ini tersedia opsi maskapai lain seperti Lion Air, untuk memastikan jemaah memiliki rute dan pilihan waktu yang lebih sesuai.
“Kami belajar dari pengalaman tahun lalu, sehingga tahun ini kita siapkan opsi ganda: dari makanan, transportasi, hingga akomodasi. Kalau satu layanan bermasalah, ada backup,” ungkap Menag.
Inovasi ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan haji yang adaptif, tanggap risiko, dan mengutamakan kenyamanan jemaah, terutama saat puncak ibadah yang sangat padat di Armuzna (Arafah–Muzdalifah–Mina).
Dengan penerapan skema baru ini, serta kesiapan logistik dan pengawasan yang ketat, pemerintah berharap ibadah haji 2025 menjadi lebih tertib, manusiawi, dan berkesan.
Menag Nasaruddin juga mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga niat ibadah, mengikuti panduan petugas, dan menjadikan inovasi ini sebagai sarana menuju haji yang mabrur.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
