
Ilistrasi. Jemaah haji dari berbagai negara di terowongan Mina. (MEDIA CENTER HAJI)
JawaPos.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menyiapkan layanan konsumsi berskala besar untuk jemaah haji 2025. Total sebanyak 25.821.640 boks makanan disiapkan bagi 221.000 jemaah haji Indonesia, yang masing-masing akan mendapatkan 127 kali makan selama berada di Arab Saudi.
Layanan konsumsi ini dibagi dalam tiga fase sesuai lokasi jemaah berada: Madinah, Makkah, dan Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau dikenal dengan sebutan Armuzna).
Berdasarkan lokasi, jemaah haji di Madinah akan mendapatkan 3 kali makan per hari selama 9 hari. Sehingga total di Madinah mendapatkan 27 kali makan
Untuk Makkah, akan mendapatkan 3 kali makan per hari selama 28 hari. Jadi, totalnya 84 kali makan. Sedangkan saat Armuzna, mendapatkan 15 kali makan plus 1 snack berat.
Dari sisi jenis konsumsi, Kemenag membagi dalam dua kategori. Yakni makanan segar (fresh meal) dan makanan siap saji (PSS/Paket Siap Saji). Skema ini diterapkan untuk menyesuaikan tantangan distribusi, terutama saat masa puncak haji di Armuzna.
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, menjelaskan bahwa meski produksi makanan relatif lancar, tantangan utama justru pada distribusi.
“Awal produksi bisa, karena umumnya dapur di luar Makkah. Problemnya distribusi, khususnya ke Armuzna,” ujar Muchlis saat Bimtek PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (18/4).
Untuk mengatasi distribusi di area padat seperti Armuzna, Kemenag menerapkan dua skema konsumsi berbeda: fresh meal dan PSS. Skema ini sudah teruji dalam pelaksanaan haji sebelumnya dan akan diperkuat tahun ini.
“Makanya, paket siap saji jangan dijadikan cemilan. Ini untuk sekian hari, harus cukup,” ujar Muchlis sambil menekankan pentingnya edukasi kepada jemaah dan pengawasan oleh petugas haji.
Paket siap saji ini memiliki ketahanan hingga satu tahun dan diklaim tetap lezat saat dikonsumsi. Tahun ini, sebanyak 3 juta paket makanan siap saji disiapkan, sebagian besar berasal dari produksi dalam negeri, termasuk nasi siap saji dari Solo.
Selain itu, 475 ton bumbu masak juga dikirim dari Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Nilai ekonominya mencapai Rp 80–90 miliar.
Dengan total anggaran konsumsi mencapai Rp 1,3 triliun, Kemenag berkomitmen menjadikan layanan konsumsi tidak hanya layak secara logistik, tapi juga berdampak bagi pertumbuhan industri dalam negeri.
“Ke depan kita ingin bukan hanya bumbu, tapi juga lauknya bisa dari Indonesia,” pungkas Muchlis.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
