Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 19.11 WIB

Setiap Jemaah Haji 2025 Dapat 127 Kali Makan, Kemenag Siapkan 25 Juta Boks

Ilistrasi. Jemaah haji dari berbagai negara di terowongan Mina. (MEDIA CENTER HAJI) - Image

Ilistrasi. Jemaah haji dari berbagai negara di terowongan Mina. (MEDIA CENTER HAJI)

JawaPos.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menyiapkan layanan konsumsi berskala besar untuk jemaah haji 2025. Total sebanyak 25.821.640 boks makanan disiapkan bagi 221.000 jemaah haji Indonesia, yang masing-masing akan mendapatkan 127 kali makan selama berada di Arab Saudi.

Layanan konsumsi ini dibagi dalam tiga fase sesuai lokasi jemaah berada: Madinah, Makkah, dan Masyair (Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau dikenal dengan sebutan Armuzna).

Berdasarkan lokasi, jemaah haji di Madinah akan mendapatkan 3 kali makan per hari selama 9 hari. Sehingga total di Madinah mendapatkan 27 kali makan

Untuk Makkah, akan mendapatkan 3 kali makan per hari selama 28 hari. Jadi, totalnya 84 kali makan. Sedangkan saat Armuzna, mendapatkan 15 kali makan plus 1 snack berat.

Dari sisi jenis konsumsi, Kemenag membagi dalam dua kategori. Yakni makanan segar (fresh meal) dan makanan siap saji (PSS/Paket Siap Saji). Skema ini diterapkan untuk menyesuaikan tantangan distribusi, terutama saat masa puncak haji di Armuzna.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag, Muchlis Muhammad Hanafi, menjelaskan bahwa meski produksi makanan relatif lancar, tantangan utama justru pada distribusi.

“Awal produksi bisa, karena umumnya dapur di luar Makkah. Problemnya distribusi, khususnya ke Armuzna,” ujar Muchlis saat Bimtek PPIH di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (18/4).

Untuk mengatasi distribusi di area padat seperti Armuzna, Kemenag menerapkan dua skema konsumsi berbeda: fresh meal dan PSS. Skema ini sudah teruji dalam pelaksanaan haji sebelumnya dan akan diperkuat tahun ini.

“Makanya, paket siap saji jangan dijadikan cemilan. Ini untuk sekian hari, harus cukup,” ujar Muchlis sambil menekankan pentingnya edukasi kepada jemaah dan pengawasan oleh petugas haji.

Paket siap saji ini memiliki ketahanan hingga satu tahun dan diklaim tetap lezat saat dikonsumsi. Tahun ini, sebanyak 3 juta paket makanan siap saji disiapkan, sebagian besar berasal dari produksi dalam negeri, termasuk nasi siap saji dari Solo.

Selain itu, 475 ton bumbu masak juga dikirim dari Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Nilai ekonominya mencapai Rp 80–90 miliar. 

Dengan total anggaran konsumsi mencapai Rp 1,3 triliun, Kemenag berkomitmen menjadikan layanan konsumsi tidak hanya layak secara logistik, tapi juga berdampak bagi pertumbuhan industri dalam negeri.

“Ke depan kita ingin bukan hanya bumbu, tapi juga lauknya bisa dari Indonesia,” pungkas Muchlis.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore