Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 April 2025 | 00.06 WIB

Jelang Keberangkatan Kloter Pertama Haji, Distribusi Vaksin Polio dan Meningitis Dikebut

Suasana saat wukuf di Arafah pada musim haji. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos) - Image

Suasana saat wukuf di Arafah pada musim haji. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com – Jelang keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia pada 2 Mei 2025, Kementerian Kesehatan RI mengebut distribusi vaksin polio dan meningitis ke seluruh provinsi. Langkah ini menjadi bagian dari antisipasi risiko penularan penyakit saat jutaan jemaah dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci.

Ketua Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Merhaendro Susilo, menegaskan bahwa seluruh vaksin polio sudah didistribusikan ke daerah. Sementara untuk vaksin meningitis, ia meminta agar pendistribusiannya bisa segera rampung.

“Minggu ini vaksin meningitis harus sudah selesai distribusinya. Begitu pelunasan tuntas, vaksinasi bisa langsung dilakukan,” kata Liliek dalam Bimbingan Teknis PPIH 2025, Rabu (16/4) di Asrama Haji Pondok Gede.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Menurut Liliek, Indonesia termasuk negara yang pernah tercatat mengalami kasus polio, sehingga vaksinasi menjadi syarat wajib untuk melindungi jemaah sekaligus mencegah penularan ke negara lain. Sementara vaksin meningitis diperlukan untuk menghadapi risiko dari jemaah negara-negara endemis di kawasan Afrika.

Di luar isu vaksinasi, cuaca panas ekstrem di Arab Saudi juga menjadi perhatian utama tim kesehatan. Liliek menyebut suhu di Tanah Suci tahun ini diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius, hanya bergeser sekitar 10 hari lebih awal dibanding musim haji 2024. Kondisi ini berpotensi menimbulkan dehidrasi hingga serangan panas (heat stroke), terutama bagi jemaah lansia dan yang masuk kategori risiko tinggi (risti).

Sebagai bentuk antisipasi, jemaah diimbau membawa semprotan air, topi, kacamata hitam, masker, serta memperbanyak minum air putih dan oralit. “Kalau keluar siang hari, semprotkan air ke wajah, bawa pelindung kepala, dan jangan lupa minum oralit saat kembali ke hotel,” ujarnya. Tim kesehatan juga menyiapkan ribuan saset oralit yang tersedia di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk kebutuhan selama operasional 70 hari.

Data kesehatan jemaah juga menunjukkan perlunya mitigasi yang serius. Pada musim haji 2024, lima besar penyakit yang paling banyak ditangani di KKHI dan RS Arab Saudi adalah pneumonia, penyakit jantung, gagal jantung, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan diabetes mellitus.

Di KKHI, tercatata ada Pneumonia (329 kasus), Diabetes (203 kasus), dan PPOK (204 kasus. Sedangkan di RS Arab Saudi, tertinggi Pneumonia (340 kasus), diikuti Iskemik Jantung (130 kasus), dan gagal jantung (129 kasus). 

Angka ini relatif naik dibanding 2023, terutama untuk penyakit jantung dan pernapasan yang dipicu oleh faktor cuaca, kelelahan fisik, dan komorbid.

Liliek juga menambahkan bahwa sistem pemantauan dan skrining kesehatan jemaah tahun ini diperketat sejak dari Tanah Air. Setiap jemaah yang terindikasi memiliki penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau kolesterol tinggi, disarankan berkonsultasi rutin ke dokter dan membawa obat untuk konsumsi harian.

“Kita minta petugas kesehatan aktif mengingatkan agar jemaah tak putus obat,” ujarnya.

Dengan distribusi vaksin yang hampir rampung dan berbagai edukasi pencegahan yang digencarkan, pemerintah berharap keberangkatan kloter pertama haji tahun ini dapat berjalan lancar dan lebih sehat. Jemaah diimbau menjaga stamina sejak sekarang agar saat masuk asrama haji pada 1 Mei 2025, tubuh sudah dalam kondisi optimal.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore