Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Juni 2024 | 22.48 WIB

Catatan Kemenag soal Penerbangan Haji, Garuda Paling Banyak Terlambat

Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia secara resmi telah rampung menerbangkan sebanyak 4.833 jemaah haji Embarkasi Lombok, pada Rabu (29/5) kemarin. - Image

Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia secara resmi telah rampung menerbangkan sebanyak 4.833 jemaah haji Embarkasi Lombok, pada Rabu (29/5) kemarin.

JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) kembali memberikan catatan pada maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Sebab, dalam sepekan fase pemulangan jemaah haji, tercatat lebih dari 50 persen penerbangan Garuda mengalami keterlambatan.

Dalam sepekan ini, setidaknya ada 58 kloter yang dipulangkan menuju tanah air dengan Garuda. Dari jumlah tersebut, menurut Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Saiful Mujab, penerbangan 32 kloter tidak sesuai dengan jadwal karena mengalami keterlambatan.

Keterlambatan itu terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, keterlambatan lebih dari dua jam.

Ada delapan kloter yang mengalami kendala tersebut, yaitu empat kloter dari Jeddah dan empat kloter dari Madinah. Kloternya meliputi SOC 06, UPG 02, KNO 02, JKG 08, PDG 03, KNO 03, SOC 16, dan JKG 13.

Paling parah menimpa jemaah kloter 3 embarkasi Kualanamu (KNO 03) yang delay 12 jam 30 menit. ”Delay sampai 12 jam tanpa pemberitahuan yang semestinya. Semua diinfo secara mendadak. Bahkan, jemaah sudah naik bus dari hotel menuju bandara, baru diinfo bahwa pesawat terlambat,” keluhnya kemarin (29/6).

Hal itu, kata dia, berdampak sistemis karena terkait dengan hotel transit yang sejatinya sudah ada kloter berikutnya yang akan menempati hotel yang sama. Lagi-lagi, jemaah yang harus dirugikan.

Kategori kedua, keterlambatan 1–2 jam dari jadwal semula. Total, ada 15 kloter jemaah haji Indonesia yang pulang terlambat dalam rentang durasi itu. Ketiga, keterlambatan dalam durasi 30–60 menit. Jumlahnya mencapai sembilan kloter. ”Ini yang saya sebut on time performance (OTP) Garuda pada fase awal kepulangan ini buruk,” tegasnya.

Saiful berharap Garuda Indonesia berfokus pada upaya perbaikan kinerja di sisa penerbangan pemulangan jemaah haji Indonesia. Pesawat hingga kru yang bertugas harus berada dalam kondisi siap. Dengan begitu, potensi terjadinya keterlambatan atau delay penerbangan tidak terulang.

Pemulangan jemaah haji gelombang I dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, masih berlangsung hingga 3 Juli. Selanjutnya, pemulangan berfokus kepada jemaah haji gelombang II melalui Bandara AMAA, Madinah, pada 4–21 Juli. ”Kasihan jemaah kalau delay terus. Saya harap Garuda fokus pada perbaikan kinerja,” tegasnya.

Terpisah, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menegaskan, pihaknya terus mengoptimalkan berbagai langkah mitigasi dalam menunjang kelancaran operasional penerbangan haji pada fase pemulangan.

”Garuda Indonesia terus meningkatkan koordinasi intensif bersama berbagai stakeholder penerbangan haji, khususnya otoritas bandara Arab Saudi dan Kementerian Agama, untuk memastikan kelancaran operasional fase pemulangan jemaah haji, khususnya terkait dengan langkah mitigasi dalam mengantisipasi keterbatasan slot penerbangan di bandara Arab Saudi,” paparnya.

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan, tahun ini pihaknya mendapat tugas untuk menerbangkan lebih dari 109.156 jemaah. Untuk keperluan itu, diperlukan sekitar 586 penerbangan.

Dalam perjalanannya, Garuda telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait otoritas bandara yang menyampaikan bahwa 68 slot penerbangan tidak dapat dipenuhi sesuai permintaan Garuda Indonesia. Sebab, ada perubahan kebijakan pengaturan slot di bandara Arab Saudi.

”Berkenaan dengan perubahan tersebut, Garuda Indonesia yang juga didukung Kementerian Agama terus melaksanakan negosiasi bersama pihak GACA. Hingga kini, jumlah slot yang harus disesuaikan turun dari 68 slot menjadi sekitar 46 slot penerbangan,” jelasnya.

Terkait dengan dampak dari penyesuaian jadwal tersebut, pihaknya berkomitmen penuh untuk bertanggung jawab dengan menyiapkan fasilitas tambahan berupa akomodasi, makanan, dan transportasi yang seluruh biayanya bakal ditanggung Garuda Indonesia.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore