Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Juni 2024 | 15.22 WIB

295 Jamaah Haji Indonesia yang Meninggal dan Ada Gangguan Kesehatan Ikut Badal Haji

IBADAH INTI: Dengan didampingi petugas, para jemaah yang kondisinya tidak memungkinkan menjalani safari wukuf dj Arafah dari atas bus


JawaPos.com
- Selama musim haji, tidak semua jamaah haji Indonesia bisa melaksanakan semua rangkaian ibadah haji. Selain karena meninggal, juga karena mengalami gangguan kesehatan yang memaksanya tak mampu melanjutkan semua rangkaian. 

Namun, mereka dipastikan tetap berstatus haji. Sebab, para jemaah yang berhalangan itu mendapat fasilitas badal haji atau hajinya digantikan.

Tahun ini, total ada 295 jamaah yang hajinya dibadalkan. Yang ”mewakili”-nya adalah para petugas yang diterjunkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Baca Juga: Koper Jamaah Haji Indonesia Rusak Berat, Kemenag Siapkan Cadangan

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, menjelaskan, mayoritas jemaah yang dibadalkan itu adalah yang tengah sakit.

”Yakni 119 jamaah yang dirawat di RS Arab Saudi, serta 43 jamaah yang dirawat di klinik kesehatan haji Indonesia,” katanya.

Selain itu, kata Hilman, PPIH juga membadalkan 124 jemaah yang wafat. Mayoritas meninggal di Arab Saudi (baik di Madinah maupun Makkah). Total ada 115 jemaah. Sisanya adalah jemaah yang meninggal di embarkasi keberangkatan.

”Selain itu, ada sembilan jamaah haji yang belum dibadalkan pada musim haji tahun lalu,” katanya.

Kemenag RI memang memberlakukan sejumlah kebijakan khusus bagi jemaah yang masuk kategori sakit maupun lansia. Selain badal haji, PPIH juga memfasilitasi para jemaah yang berhalangan untuk safari wukuf saat di Arafah.

Baca Juga: Kasus Pemerasan Firli Bahuri Jalan di Tempat, Polri Nyatakan sudah Berkoordinasi dengan Kejaksaan

Melalui skema ini, para jemaah diantar oleh tim dari PPIH dengan menggunakan bus. Mereka memasuki kawasan Arafah untuk wukuf tanpa perlu turun bus. Setelah itu, mereka diantarkan kembali ke hotel tempat mereka menginap.

Selain itu, Kemenag juga menerapkan skema murur (melintas di atas kendaraan) saat prosesi mabid di Muzdalifah pasca wukuf di Arafah. Dengan skema ini, jemaah lansia cukup melintas saja. Lalu melanjutkan perjalanan menuju Mina. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore