MAKANAN SIAP SAJI: Inilah salah satu contoh makanan siap saji yang disiapkan PPIH bagi jamaah saat pelaksanaan ibadah puncak haji di Armuzna.
JawaPos.com - Sebuah terobosan berani dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Dalam pelaksanaan ibadah di fase puncak haji di Armuzna (Arafah Muzdalifah Mina) nanti, diputuskan seluruh jamaah mendapatkan konsumsi penuh. Kebijakan ini merupakan yang pertama.
Kemenag melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah menetapkan skema pembagian konsumsi jamaah selama ibadah Armuzna.
”Total, seluruh jamaah mendapatkan 15 kali jatah konsumsi,” kata Kasi Konsumsi PPIH Arab Saudi daker Makkah, Beny Hermawan.
Dia menjelaskan, 15 kali jatah konsumsi itu meliputi enam kali makanan siap saji serta Sembilan makanan fresh. Semua paket itu dibagikan pada H-1 pelaksanaan wukuf di Arafah (pada 8 Dzulhijjah/14 Juni) hingga 13 Dzulhijjah.
Di luar itu, kata Beny, para jemaah masih mendapat tambahan snack serta konsumsi pelengkap lain. Seluruh menunya disiapkan oleh penyedia yang telah ditunjuk.
Penyediaan konsumsi bagi jemaah selama ibadah Armuzna sudah di-setting sedemikian rupa, dengan menyesuaikan kondisi sulitnya pendistribusian makanan kepada jamaah akibat padatnya lalulintas orang-kendaraan di Arafah, Mina, maupun Muzdalifah.
Seperti apa? Paket konsumsi itu sudah terkirim bersamaan dengan masuknya jamaah di Armuzna. Untuk enam kali makan, jamaah mendapat jatah makanan siap saji.
”Jemaah hanya mendapatkan lauknya saja. Nanti ada petugas yang memanaskannya. Nasi dibuat secara fresh di dapur. Baik di Arafah maupun Mina,” katanya.
Karena itu, di setiap maktab telah disediakan dapur untuk mengolah makanan-makanan siap saji yang sudah dikirim terlebih dulu. ”Sehingga cukup praktis,” ujar Beny.
Di luar itu, PPIH melalui pihak masyariq (penyedia paket haji yang ditetapkan otoritas Arab Saudi) juga menyediakan snack tambahan. Seperti saat jemaah hendak bergerak dari Arafah ke Mina pada tgl 9 dzulhijjah, semua mendapat paket snack.
Di luar itu, jamaah juga masih mendapat paket konsumsi pelengkap berupa bahan minuman. "Seperti kopi, kremer, gelas-sendok, dan lainnya yang ditempatkan dalam paket,” katanya.
Tak hanya jatah konsumsi, PPIH juga sudah menyiapkan jatah batu kerikil untuk lempar jumrah bagi seluruh jemaah.
Sedangkan, terkait kualitas makanan itu, Beny memastikan seluruhnya sangat layak untuk para jamaah, termasuk para lansia. ”Semua semua bahannya ramah lansia. Seperti nasinya yang lunak sehingga mudah dicerna. Juga bahan lainnya,” ujarnya.
Selain itu, soal cita rasa, Beny menyebut semua menu konsumsi Armuzna sudah disesuaikan dengan lidah jamaah tanah air. ”Menu-menunya juga khas Indonesia. Mulai dari rendang, gulai, dan lainnya,” imbuhnya.
Karena itu, semua jemaah diimbau tidak perlu membawa peralatan masak selama di Armuzna. "Jemaah tidak perlu membawa beras, magicom, atau katel air, dan peralatan masak lainnya," katanya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
