
Ilustrasi ibadah Haji.
JawaPos.com - Pada musim haji tahun ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan skema murur saat pelaksanaan ibadah puncak haji di Armuzna (Arafah Muzdalifah Mina).
Di mana, dengan skema ini, setelah melaksanakan wukuf di Arafah, sebagian jemaah haji tidak akan melaksanakan mabid (bermalam) di Muzdalifah.
Mereka hanya melintas di dalam bus, untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Mina, bersiap melaksanakan lempar jumrah.
Skema ini nantinya disiapkan untuk 55 ribu jamaah haji Indonesia yang masuk kategori risiko tinggi (risti) dan lansia.
Untuk memfasilitasi pergerakan para jamaah haji Indonesia menuju Muzdalifah maupun Mina, PPIH Arab Saudi sudah menyiapkan 10 city bus di 73 maktab/markaz yang berisi 1.169 tenda jamaah di Arafah.
Dari semua bus itu, empat bus disiapkan untuk membawa jemaah dari Arafah ke Mina dengan skema murur di Muzdalifah.
”Bus ini hanya melintas saja. Lalu mengantar jamaah murur ke tenda di Mina,” kata Direktur Layanan Haji Luar Negeri Kemenag, Subhan Cholid.
Sedangkan, enam unit city bus lain di tiap maktab akan membawa jamaah dari Arafah ke Muzdalifah secara taraddudi (shuttle). Setelah itu, secara bertahap, para jamaah dijemput kembali mulai pukul 23.30 jelang dinihari untuk berangkat menuju Mina.
Dia menjelaskan, rencana pergerakan para jamaah dari Arafah menuju Muzdalifah-Mina baik dengan skema murur maupun taraddudi sudah dibahas dengan pihak masyariq (penyedia layanan paket haji yang ditetapkan Arab Saudi) maupun Naqabah (institusi transportasi Saudi).
Rencana pergerakan tersebut juga sudah disimulasikan di Armuzna. Nantinya, keberangkatan antar bus diatur sedemikian rupa.
"Kita harapkan proses pemberangkatan jemaah dari Arafah dengan skema murur selesai pada 22.00 waktu Arab Saudi," lanjutnya.
Tahun ini, PPIH Arab Saudi memberlakukan skema murur saat mabid di Muzdalifah. Hal ini tak lepas dari makin menyempitnya area bermalam bagi jamaah Indonesia di sana.
Perhitungannya, tahun lalu, per jamaah memperoleh ruang istirahat seluas 0,54 meter persegi. Tahun ini menyusut tinggal 0,27 meter persegi. Hal ini imbas bertambahnya kuota jamaah Indonesia serta pembangunan toilet di Kawasan Musdalifah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
